Rasa Unik Durian Wilayu, Jadi Daya Tarik Tersendiri

Rasa Unik Durian Wilayu
SEPANJANG JALAN. Di sepanjang jalan alternative Wilayu, para pengendara bisa memilih durian lokal hasil dari kebun warga desa Wilayu.

WONOSOBO – Meskipun dari sisi harga terbilang cukup tinggi dibandingkan durian dari daerah lain, namun durian asal Desa Wilayu Kecamatan Selomerto memiliki keunikan tersendiri yang jarang dimiliki durian dari wilayah lain.
Menurut Suhardi, salah satu pedagang sekaligus pemilik pohon, durian dari Wilayu tidak hanya manis, tapi memiliki rasa pahit yang membuatnya berbeda dan cenderung disukai para pecinta durian.
Menurutnya, di Wilayu sendiri populitas pohon durian cukup besar, yakni menempati 70% dari lahan desa.

“Dari sekitar 100 hektar lebih lahan desa, yang ditumbuhi durian bisa sampai 70 persen dan mayoritas memang punya kebun durian, baik untuk konsumsi pribadi atau dijual, tapi mayoritas pasti dijual. Karena pohon yang usianya sekitar 10 sampai 12 tahun bisa sampai 100 lebih sekali musim,” ungkapnya kemarin (15/3).

Menurut Suhardi, mayoritas warga desa juga menggantungkan penghasilan tahunan dari buah durian yang bisa dipanen sejak bulan Januari lalu. meskipun puncak panen biasanya mendekati April, namun beberapa petani sudah mulai panen Februari. Para pedagang bisa menjual lebih dari 200 buah per hari. Bahkan di masa ramai, bisa mencapai angka 1000 buah mengingat mayoritas dikirim ke luar kota seperti Semarang, Cilacap, Cidebon, Bandung, bahkan ke Bali.

“Di tahun ini terbilang cukup melimpah kalau pohonnya bagus bisa ratusan buah sekali panen, bahkan di atas 200 buah bisa. Harganya mulai Rp30.000 tapi pasti bagus, yang besar rata-rata Rp100.000. Kalau tidak pas atau kurang enak ada garansinya, makanya banyak yang minta dibuka di tempat beli,” ungkapnya.

Menurut salah satu pembeli asal Banjarnegara, Misbah pertama kali mencoba membeli durian Wilayu hanya iseng saja. Mengingat saat lewat jalan alternatif Wilayu, dirinya mengamati ada penjual Durian di sepanjang jalan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tempat Wisata di Kota Magelang Masih Tutup

“Menurut saya, keunggulannya dari rasa, yaitu manis dan lembut tapi ada rasa pait-paitnya yang memang banyak disukai. Kalau dari bau memang lebih tajam, tapi tidak membuat pusing biasanya saya beli yang bagus di kisaran Rp60.000 sampai Rp100.000,” ungkapnya. (win)