Harga Anjlok, Petani Biarkan Kubis Busuk

    Harga Anjlok, Kubis di Biarkan Membusuk
    BUSUK. Kubis dibiarkan membusuk oleh petani di Desa Batursari Kecamatan Kledung, karena serangan hama dan harganya anjlok.

    KLEDUNG – Lantaran harga semakin anjlok, petani di Desa Batursari Kecamatan Kledung membiarkan kubis membusuk. Kondisi ini juga membuat mereka menanggung kerugian semakin besar.

    “Mau dipanen harganya sangat murah, untuk ongkos panen saja tidak nutup,” keluh Kusyanto (42) salah satu petani di desa yang berada di lereng Gunung Sumbing itu, Jumat (8/3).

    Ia mengatakan, kegagalan panen kali ini karena harga sayuran di tingkat petani saat ini terjun bebas. Pada awal tahun 2019 ini harga kubis mencapai Rp1.600, tapi saat ini harga di tingkat petani hanya Rp250 saja.

    “Harga Rp1.600 itu hanya bertahan sampai akhir bulan Januari saja, setelah itu terus menurun hingga Rp250 per kilogram. Itupun tergantung dari kualitasnya,” tutur Kusyanto.

    Dari lahan seluas 3/4 hektar miliknya, bisa ditanam sebanyak 12.500 bibit kubis, sedangkan untuk biaya perawatan hingga masa panen membutuhkan biaya sebanyak Rp10 juta. Dengan harga kubis Rp250 sudah dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup besar.

    “Padahal kubis sudah saya semprot secara intensif agar tidak mudah busuk, kubis-kubis milik saya tetap busuk, sekarang hanya bisa di gunakan sebagai tambahan pupuk untuk tanaman tembakau saja,” keluhnya.

    Sementara itu Emi (39), pedagang sayuran di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengungkapkan, anjloknya harga sayuran ini disebabkan karena banyaknya stok dari petani. Hal itu dirasakan mulai pertengahan musim penghujan tahun ini, dan masih terus berlanjut sampai sekarang.

    “Kalau musim hujan seperti ini stok sayuran dari petani sangat banyak, sehingga harganya turun, sebenarnya juga kasihan pada petani mereka pasti mengalami kerugian. Tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak,” katanya sambil melayani pembeli.

    Hal senada dikatakan penjual sayur lainnya, Sariyah (42). Diperkirakannya harga sayuran masih akan fluktuatif dalam satu dua bulan ke depan. Namun, kata dia secara rata-rata lebih banyak harga sayur yang turun.

    Artikel Menarik Lainnya :  Heboh, Kambing Berkaki Tiga di Purworejo

    “Hal ini juga terjadi pada tahun lalu, setiap kali musim hujan harga sayur pasti menurun,” pungkasnya. (set)