Stasiun Wojo Hubungkan Akses ke Bandara

    Stasiun Wojo Hubungkan Akses ke Bandara
    TINJAU. Kepala PT KAI Daop VI meninjau pekerjaan revitalisasi di Stasiun Wojo Kecamatan Bagelen, kemarin petang.

    //Ditarget Beroperasi April 2019//

    PURWOREJO – Stasiun Wojo yang berada di Desa Dadireji Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo disiapkan untuk hubungkan akses penumpang ke bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo Jogjakarta. Saat ini, proses revitalisasi stasiun telah mencapai sekitar 75 persen.

    Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Jogjakarta, Eko Purwanto, mengatakan bahwa stasiun operasional persilangan kereta itu akan ditingkatkan menjadi stasiun layanan penumpang dan diperkirakan siap dioperasikan pada April 2019. Untuk mencapai target, pekerjaan revitalisasi terus dikebut oleh Ditjen Perkertaapian.

    “Hasil diskusi kami realisasinya sesuai dengan target rencana,” kata Eko saat meninjau revitalisasi Stasiun Wojo, Rabu (6/3) petang.

    Disebutkan, beberapa sarana layanan yang disiapkan antara lain peron tinggi sepanjang kurang lebih 200 meter, loket, kafetaria, ruang tunggu, musala, toilet, dan parkir luas. Pembangunan tetap menjaga keaslian gedung tua Stasiun Wojo.

    Selain Stasiun Wojo, pembangunan juga dilakukan di Stasiun Tugu Jogjakarta dan Wates Kulon Progo. “Untuk dua stasiun itu pembangunan oleh PT KAI, targetnya juga sama, yakni selesai 31 Maret 2019,” sebutnya.

    Menurutnya, PT KAI DAOP VI juga telah mengoperasikan dua set kereta bandara. Untuk sementara, kereta digunakan melayani penumpang relasi Kutoarjo – Solo Balapan dengan nama rangkaian Solo Ekspress (Soleks). Setiap train set memiliki kapasitas angkut 200 penumpang.

    Nantinya, penumpang yang turun di Stasiun Wojo akan menyambung ke bandara menggunakan bus.

    “Untuk bus bukan kewenangan PT KAI, nanti Angkasa Pura atau ada Damri bandara, yang jelas kami siapkan parkir luas untuk menampung kendaraan berbadan besar,” terangnya.

    Eko mengungkapkan, tahap pembangunan selanjutnya adalah Stasiun Kedundang Kulonprogo yang menghubungkan jalur kereta langsung dengan bandara. Menurutnya, tidak akan ada tumpang tindih fungsi, antara Stasiun Kedundang dan Stasiun Wojo.

    Artikel Menarik Lainnya :  Layang-layang Raksasa Buatan Tegar Mampu Terbangkan Manusia

    “Keduanya justru saling mendukung. Wojo akan menjadi sentral pembangunan wilayah Bagelen dan Purworejo,” ungkapnya.

    Keberadaan bandara, lanjutnya, akan meningkatkan volume penumpang dan perjalanan kereta api. Pemerintah mengantisipasi dengan membangun rel ganda di Pulau Jawa.

    “Untuk wilayah DAOP VI pembangunan rel ganda antara Solo – Kedung Banteng ditarget selesai tahun 2019,” jelasnya. (top)