Generasi Milenial Sumbang 70 % Pelanggaran Lalu Lintas

Generasi Milenial Sumbang 70 % Pelanggaran Lalu Lintas
AKSI. Para freestyler sedang beraksi dalam Milenial Road Safety Festival, yang digagas oleh Satlantas Polres Magelang Kota di Lapangan Rindam IV Dipinegoro, kemarin.

MAGELANG UTARA – Pelanggaran lalu lintas di Kota Magelang, selama ini masih didominasi kaum remaja atau yang biasa disebut dengan generasi milenial. Bahkan, berdasarkan catatan kepolisian setempat, dominasi remaja dan pelajar itu mencapai 70 persen.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi melalui Kasat Lantas AKP Marwanto mengatakan, selain terlibat dalam pelanggaran lalu lintas, kasus kecelakaan yang terjadi 50 persen di antaranya disebabkan para generasi milenial. Kenyataan ini membuat Satlantas Polres Magelang Kota terus memberikan sosialisasi ketertiban berlalu lintas kepada kaum remaja.

Seperti yang digelar di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Minggu (24/2), Satlantas menyelenggarakan Milenial Road Safety Festival, program dari Korlantas Polri. Tak hanya sosialisasi ketertiban berlalu lintas, para remaja dalam acara ini diharapkan ke depan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

”Kami juga meramaikan acara ini dengan jalan sehat berhadiah, aksi patroli keamanan sekolah (PKS), testimoni korban kecelakaan lalu lintas, deklarasi antitawuran pelajar SMA/SMK se-Kota Magelang, aksi freestyle, aksi barongsai dan juga pengundian juara foto tertib berlalu lintas,” kata Marwanto.

Ia menjelaskan, Milenial Road Safety Festival dimaksudkan sebagai kampanye keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda atau generasi milenial. Selama ini, katanya, generasi milenial mendominasi angka pelanggaran lalulintas hingga angka kecelakaan lalulintas.

”Tercatat bahwa generasi milenial antara usia 17-35 tahun hampir mendominasi pelanggaran lalulintas sebanyak 70 persen. Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas juga mencapai 50 persen,” ungkapnya.

Melalui Milenial Road Safety Festival, imbuh Marwanto, maka para remaja langsung digandeng untuk terlibat dalam mengampanyekan tertib berlalu lintas. Harapannya, mereka bisa menerapkan ketertiban lalu lintas di kehidupan sehari-hari.

”Caranya dengan melibatkan mereka secara aktif. Kegiatan ini kami juga kami gandeng berbagai komunitas sepeda motor serta mobil,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan para freestyle yang sudah go internasional. Kepolisian, kata dia, ingin menunjukkan bahwa freestyle adalah olahraga yang mengedepankan keselamatan.

”Namanya kan, olahraga ya generasi milenial yang naik motor ugal-ugalan disalurkan saja untuk freestyle dan harus ditempat tertentu, bukan di jalan raya karena membahayakan pengguna jalan lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Karet, Jurangombo Selatan, Ermasari (38) mengaku sangat antusias mengikuti acara kampanye pelopor keselamatan berlalu lintas ini. Ia mengatakan, jika tertib berlalu lintas penting untuk semua, termasuk generasi muda.

”Suguhan aksi dan atraksinya sangat bagus. Selama ini memang generasi muda terutama pelajar, kalau naik motor di jalan raya ugal-ugalan. Melalui acara ini, bisa memberikan pembelajaran untuk generasi muda,” akunya. (wid)