BOROBUDUR – Sejumlah seniman, budayawan dan warga melakukan ritual Bhakti Tirta atau yang sering juga disebut Ngiwak di Sungai Sileng, Dusun Djowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (14/2).

Ritual ini rutin dilakukan, sekali dalam satu tahun. Tujuannya sebagai bentuk imbal balik manusia terhadap bumi (alam).

Penggagas sekaligus penyelenggara kegiatan, Nuryanto, yang juga pemilik Omah Mbudur, menerangkan, kegiatan Ngiwak ini sudah rutin dilakukan. Pada awalnya hanya keluarga dan karyawannya saja, namun sejak beberapa tahun lalu mulai banyak warga bahkan instansi/lembaga pendidikan yang ikut.

“Awalnya hanya kami sekeluarga, namun sejak beberapa tahun ini, semakin banyak yang ikut. Ini memang perlu kesadaran. Bahwa apa yang kita dapatkan itu, sudah sepantasnya sebagian kita kembalikan ke alam, terutama untuk menjaga ekosistemnya,” ungkap Nuryanto.

Bhakti Tirta kali ini diikuti ratusan warga. Bahkan ada sejumlah siswa, seniman dan budayawan yang ikut. Sebelumnya, terlebih dahulu warga yang hadir diajak melihat penampilan seni tari, musik, karawitan, sastra dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan oleh komunitas masyarakat di sekitar Candi Borobudur dan lereng Menoreh yang diprakarsai oleh Komunitas Brayat Sanja Kadang mulai tahun 2007 lalu.

Sakral, teduh, bahagia dan ikhlas menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari Bakti Tirta Bumi. Setelah itu diakhiri dengan melepas ribuan ikan berbagai jenis ke Sungai Sileng sekitar 200 meter dari lokasi pementasan di Omah Mbudur.

“Ini akan terus kami lakukan dan terbuka bagi warga yang akan ikut. Semakin banyak orang, tentu semakin baik. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga dan merawat alam,” papar Nuryanto.(cha)