Tiga Hari Hilang, Sunarjo Tergantung di Pohon Melinjo

Tiga Hari Hilang, Sunarjo Tergantung di Pohon Melinjo
EVAKUASI. Tim Basarnas, petugas kepolisian, TNI, dan warga mengevakuasi jenazah Sunarjo dari hutan Ngguwo ke rumahnya di Dusun Bendungan Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo kemarin.

PURWOREJO – Seorang kakek bernama Sunarjo (71) warga dusun Bendungan RT 2 RW 3 Desa Pacekelan Kecamatan/Kabupaten Purworejo ditemukan tewas tergelantung di pohon melinjo di areal hutan Ngguwo miliknya yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari rumahnya, Senin (4/2) pagi. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang selama tiga hari, yakni sejak Sabtu (2/2) sore.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa Sunarjo diketahui meninggalkan rumah menuju  hutan untuk mencari kayu bakar sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, ada yang berbeda saat itu karena biasanya Sunarjo meninggalkan rumah sejak pagi hari.

Korban juga tidak berpamitan kepada istri, anak, menantu atau pun cucu yang tinggal satu rumah. Pihak keluarga pun, awalnya tidak menaruh curiga karena hal itu sudah menjadi kebiasaan Sunarjo.

Keluarga baru panik saat sore hari korban tidak kunjung kembali ke rumah. Hal tersebut segera dilaporkan ke tetangga.

“Warga segera berkumpul di rumah korban untuk mendapatkan informasi yang pas,” kata Iswanto, perangkat Desa Pacekelan.

Tidak lama kemudian, banyak warga yang datang dan langsung melakukan pencarian. Waktu malam tidak menjadi halangan bagi warga untuk menembus hutan terdekat dengan menggunakan alat bantu penerangan seadanya.

“Proses pencarian melibatkan banyak warga. Bahkan, pada malam Minggu ada ratusan warga yang terlibat,” sebutnya.

Upaya warga belum membuahkan hasil hingga Minggu (3/2) malam. Pencarian mendapatkan dukungan dari Basarnya Jogjakarta untuk menyisir beberapa hutan yang ada.

Sunarjo akhirnya bisa ditemukan oleh warga dan Tim Basarnas serta relawan yang terlibat. Dia terlilit tali tambang yang dibawanya di bawah pohon melinjo dimana posisi kakinya hanya berjarak kurang dari 10 sentimeter dari permukaan tanah.

Kepala Desa Pacekelan, Mulyanto, yang turut mengevakuasi Sunarjo dari hutan mengatakan bahwa dari penuturan keluarga, tidak ada permasalahan yang sedang dihadapi Sunarjo. Hubungan kekerabatan keluarga tersebut dengan tetangga juga relatif baik.

“Tadi saya bertanya ada masalah apa, keluarga menjawab kalau tidak ada apa-apa,” kata Mulyanto.

Ketua Tim Pencarian dari Basarnas, Dedy Prasetya, mengaku belum dapat memberikan kepastian penyebab korban meninggal karena kekerasan atupun bunuh diri. Pihaknya menyerahkan hal itu kepada petugas medis yang sudah menunggu di rumah.

“Posisinya memang menggantung di pohon melinjo dan ada beberapa benda lain yang kita temukan di sekitar korban seperti obat rumput dan sabit. Pakaian yang dikenakan juga masih lengkap,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haryo Setyo Liestyawan yang turun langsung ke lapangan mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskemas Cangkrep yang dipimpin dr Ismanto tidak ditemukan ada data mengenai tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihaknya memastikan bahwa kejadian itu murni bunuh diri.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini,” terangnya. (top)