Pak Pur Bagikan Bibit Durian dan Alpukat

    Pak Pur Bagikan Bibit Durian dan Alpukat
    BIBIT DURIAN. Pak Pur bersama istri didampingi tim dan tokoh masyarakat Dusun Gejayan Desa Banyusidi Kecamatan Pakis berfoto di sela-sela pembagian bibit durian dan bibit alpukat.

    //Ingin Penghasilan Warga Banyusidi Meningkat//

    Hampir semua orang mengenal yang namanya buah durian. Di samping aroma dan rasanya yang menggoda, buah durian memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Bahkan buah eksotis yang dikenal dengan sebutan populernya “raja dari segala buah” ini mempunyai nilai jual yang tinggi.

    Hal yang fenomenal itulah, yang kemudian melatarbelakangi Tri Yudho Purwoko atau Pak Pur, warga Dusun Bulu Desa Podosuko, Kecamatan Sawangan, melakukan durenisasi, seperti apa?

    NUR IMRON ROSADI, Pakis

    SETELAH membagikan bibit durian kepada para warga sekitar tempat tinggal dan sejumlah tempat lainnya, belum lama ini Pak Pur kembali menghibahkan ratusan bibit durian kepada warga di Dusun Gejayan Desa Banyusidi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Ada tiga jenis bibit durian yang dibagikannya secara cuma-cuma, di antaranya Durian Montong, Durian Bawor dan Durian Musang King.

    “Saya hanya ingin membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Karena durian memiliki nilai investasi yang tinggi,” ungkapnya, di sela-sela aksi sosialnya itu, Minggu (3/2).

    Menurut Pak Pur, durian merupakan buah primadona dan hampir semua orang suka. Untuk itu, jangan takut dalam menanamnya dan jangan takut untuk bersaing dengan buah lain. Meski kali ini tidak dibagikan dalam jumlah yang banyak, namun diharapkan dapat membantu masyarakat menambah penghasilan.

    “Ini uji coba. Jika dalam perawatannya baik dan kebetulan tanahnya cocok, maka tidak menutup kemungkinan bibit akan ditambah lagi berapapun permintaan warga,” ujarnya.

    Bibit durian yang dibagikannya adalah bukan jenis bibit sembarangan. Meski demikian, perlu perhatian yang luar biasa terhadap tanaman durian tentunya dengan tata cara yang sesuai aturan.

    Kepada warga, dia berpesan agar benar-benar merawat dengan baik pohon durian yang dia berikan, misalnya dengan memberikan pupuk secara intens. Meskipun ia berjanji, bersama tim nantinya akan terus mengawal perawatan, jika perlu sampai pohon berbuah.

    “Kondisi tanah di lokasi desa ini memang kurang mendukung karena terlalu tinggi, tapi diharapkan tanaman durian bisa tumbuh sesuai harapan,” ujarnya.

    Pak Pur Bagikan Bibit Durian dan Alpukat

    Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Gunawan EP, yang saat mendampingi Pak Pur, memberikan tips cara menanam dan perawatan pohon durian. Dijelasakan, dalam menanam bibit pohon durian, yang paling utama adalah lokasi. Lokasi yang mendukung akan lebih memudahkan tanaman tumbuh dan berkembang, apalagi ditunjang dengan tata cara tanam yang baik.

    Selain itu, jarak tanam antar pohon satu dengan pohon lainnya tidak terlalu berdekatan, minimal 7 meter. Lalu lubang yang digali dalam menanam pohon tidak terlalu dangkal serta dikubur dengan tanah membentuk gunungan agar tidak menimbulkan genangan air saat disiram atau hujan.

    “Setelah penanaman selesai, jangan lupa dirawat deengan diberikan pupuk,” imbuhnya.

    Gunawan menuturkan, lokasi untuk menanam pohon durian, baiknya pada tanah dengan ketinggian 200-800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun untuk wilayah Desa Banyusidi khususnya, ketinggian tanah lebih dari itu. Akan tetapi ia berharap, durian yang ditanam dapat tumbuh secara optimal, khususnya pada bibit jenis bawor yang dinilai mudah beradaptasi.

    “80 persen bibit durian yang dibagikan adalah jenis bawor dan yang lainnya hanya pendamping. Bagusnya jenis bibit bawor itu cepat beradaptasi dengan lingkungan,” terang Gunawan.

    Selain bibit durian, dalam kesempatan Pak Pur juga membagikan 300 bibit alpukat. Sama halnya dengan durian, bibit alpukat yang dihibahkan juga terdiri dari tiga jenis, yakni kendil, mentega dan aligator yang dikenal anti ulat.

    Saat ini, alpukat tidak hanya dicari untuk dibuatkan minuman jus maupun es teller, tapi juga banyak dicari untuk bahan pembuat kosmetik bertaraf internasional.

    Tokoh masyarakat Dusun Gejayan, Riyadi mengaku senang mendapatkan pembagian secara cuma-cuma bibit durian dan bibit alpukat. Ia berharap, bibit-bibit yang didapat ini bisa dirawat dengan baik, sehingga nantinya jika berbuah dapat meningkatkan penghasilan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani sayuran.

    “Senang sekali bisa dapat bibit durian dan alpukat. Meski Pak Pur ini hanya warga biasa, bukan pejabat ataupun politikus, tapi beliau sangat perhatian dengan masyarakat dan lingkungan. Jiwa sosial dan kemanusiaan yang dimiliki Pak Pur sangat tinggi,” ungkap mantan Kepala Desa Banyusidi ini. (*)