Liburan, Jalan Perempatan Pasar Kertek Normal

Liburan, Jalan Perempatan Pasar Kertek Normal
Jalur perempatan pasar Kretek Tidak ada kepadatan lalu lintas, jalur bisa dilalui dengan lancar tanpa kemacetan.

WONOSOBO– Jalur perempatan Pasar Kertek normal di hari libur tahun baru Imlek 2019. Tidak ada kepadatan lalu lintas yang berdampak pada kemacetan. Jalur bisa dilalui dengan lancar tanpa kemacetan.

“Tidak ada kemacetan, semua dalam kondisi normal dan lancar,” ungkap Reza, salah satu anggota Satlantas Polres Wonosobo saat mengatur lalu lintas kemarin.

Jalur tersebut dikenal padat dan rawan. Saat libur Imlek terpantau normal. Arus kepadatan lalu lintas di simpang pasar tradisional  itu terjadi pada pagi hari di saat orang mau melakukan aktifitas seperti ke kantor atau ke sekolah.

“Hari – hari biasa di sore hari terjadi kemacetan saat bongkar muat barang dan saat orang orang pulang kerja,” tambah Hendrik, petugas lain.

Dinyatakan, libur Imlek seperti ini, ada penambahan volume kendaraan. Tetapi masih wajar, bisa diatasi. Kalau macet  justru terjadi karena saat pasaran seperti Kliwon dan Pahing, saat bongkar muat barang dan saat pedagang pasar pagi masih aktifitas, mulai pukul 05.30 – 08.30 WIB.

Perempatan Pasar Kertek memang menjadi titik temu arus lalu lintas dari arah Purworejo, Temanggung, kota Wonosobo dan jalur alternatif Kertek – Selomerto.

“Semua arus lalulintas dari Semarang ke Purwokerteo via Wonosobo pasti lewat jalur itu. Jadi memang padat, ditambah aktivitas harian Pasar Kertek,”  ujarnya.

Jika ada kepadatan, jelasnya, saat libur panjang biasanya diarahan melalui jalur alternatif, khususnya bagi para pengguna jalan yang mengarah ke Semarang.

“Semangat toleransinya masih rendah, meski kita atur, mereka banyak yang membandel. Krodet arus lalu lintas terjadi jika ada mobil dari arah Pasar Kertek tidak mau mengalah sehingga terjadi kemacetan,” katanya.

Pihaknya berharap bagi pengguna jalan yang melintas jalur Kertek pada jam-jam sibuk seperti, pagi, siang dan sore hari untuk menjaga kesabaran dan meningkatkan toleransi. Sebab, salah satu penyebab utama macet lantaran saling rebutan dan tidak mau mengalah.

“Kita berharap, nanti jika jalur lingkar yang baru untuk mengurangi kepadatan lalin di Kertek lekas terealisasi. Harapannya tidak dijumpai  lagi kemacetan di perempatan Kertek,” pungkasnya. (fid)