Gugah Kesadaran Hidup Bersih Lewat Taman Kota

Taman Kota
MONUMENTAL. Keberadaan Taman Tidar yang kini dilengkapi dengan pencahayaan indah, berwarna-warni ini ditujukan kepada masyarakat agar selalu terkenang sekaligus menciptakan budaya bersih dan menjaga lingkungan.

MAGELANG SELATAN – Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengungkapkan alasan selama ini pemerintahannya cukup getol membangun taman-taman indah lengkap dengan paduan pencahayaan menarik. Pembangunan taman-taman kota tersebut tidak lain tujuannya sebagai monumen sekaligus pengingat warga untuk senantiasa menjaga estetika, kebersihan, dan lingkungan dengan baik.

”Adanya taman seperti Taman Lereng Tidar, bertuliskan Magelang Kota Adipura Kencana dan terbaru ada Taman Jalan Diponegoro itu dibuat supaya masyarakat kita selalu ingat bahwa lingkungan itu milik kita dan harus kita jaga,” kata Sigit, belum lama ini.

Ia menjelaskan bahwa ornamen Magelang Kota Adipura Kencana yang terletak di lereng Gunung Tidar, Jalan Jenderal Sudirman, juga dipakai sebagai monumental bahwa kota dengan tiga kecamatan ini pernah meraih Adipura Kencana pada tahun 2014 lalu.

”Momen ketika mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2014 tentu sangat membanggakan. Harapan saya, Taman Tidar bisa menjadi pengingat dan kebanggaan masyarakat, kalau kita pernah meraih Adipura Kencana,” jelasnya.

Menurut Sigit, menjaga konsistensi lebih sulit dilakukan ketimbang meraih suatu prestasi. Sama halnya dengan piala Adipura yang diraih pada tahun 2018 lalu. Pasalnya, bukan penghargaan dan apresiasi yang terpenting, katanya, justru konsistensi masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan baik itu yang lebih utama.

”Inilah yang terpenting dari setiap penghargaan yang kita raih. Antusiasme warga ketika mendapatkan Adipura sangat tinggi. Ketika dikirab, mereka juga dengan sukarela menyaksikannya, saya turun menyapa mereka,” ujarnya.

Ia juga menyinggung beberapa imbauan penting di taman-taman yang telah terbangun, salah satunya bertuliskan ”Bersih Kotaku”. Menurutnya, pesan ini tidak hanya untuk membangun di benak masyarakat tentang kebersihan saja, melainkan ada pesan tersirat agar masyarakat selalu santun dalam berperilaku dan menjaga kotanya.

”Jiwa saling memiliki. Kota ini milik kita semua, jadi semuanya juga harus menjaganya. Secara psikologis begitu membaca, masyarakat luar daerah misalnya, lihat tulisan ‘Bersih Kotaku’, pasti akan malu kalau masih buang sampah sembarangan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, Taman Tidar pada awalnya dibangun sebagai monumental raihan Piala Adipura Kencana pada tahun 2014 silam.

”Akhirnya secara monumental disajikan dalam bentuk taman tematik, yang intinya agar display di kawasan itu lebih menarik. Konsepnya di sisi timur tidak terus berhenti, tapi akan terus diubah setiap waktu,” jelasnya.

Selain penambahan pencahayaan menarik, pada tahun ini pula pihaknya berencana menambah rumput sintetis dan bunga warna-warni di setiap titiknya. Hal ini agar Taman Tidar tak hanya terlihat indah ketika malam hari, tetapi juga saat siang hari.

”Alasan kami menggunakan rumput sintetis karena di sana tanahnya labil dan sudut kemiringannya lebih dari 30 derajat, sehingga mudah longsor. Ke depannya papan yang longsor itu akan diberikan rumput sintetis, dan taman-taman menarik,” ujarnya.

Kemudian, menurut rencana taman yang berada di bantaran Kali Manggis itu, juga akan ditambahi sejumlah aksesoris seperti Taman Kebun Bibit di Jalan Senopati, Kota Magelang. Ia mengatakan bahwa Taman Tidar akan dibuat sedemikian rupa agar selalu berubah dan akan terus terlihat menarik dari waktu ke waktu.

”Nanti akan ditambahi aksesoris seperti becak-becakan, sepeda-sepedaan yang di dalamnya dikasih pot tanaman warna warni. Lalu ornamennya akan ditambahi lampu-lampu agar terlihat indah saat malam hari,” ucapnya. (wid)