Tahun Politik, Umat Islam Diuji

Tahun Politik, Umat Islam Diuji
RESMIKAN. Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo meresmikan Masjid Al Kautsar di Kelurahan Sidorejo, kemarin.

TEMANGGUNG – Pada tahun politik ini merupakkan ujian berat bagi umat Islam, sebab Islam berada di beberapa partai. Oleh karena itu umat Islam harus tetap menjaga persatuan jangan sampai terpecah belah hanya karena politik.

“Pada pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan legislatif ini ukhuwah Islamiyah kita akan diuji,” kata Wabup Heri Ibnu Wibowo pada peresmian Masjid Al Kautsar di Sekip Baru, Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Temanggung, Sabtu (2/2).

Ia mengatakan, masjid sebagai salah satu tempat ibadah umat Islam jangan dijadikan atau digunakan sebagai alat politik. Masjid fungsinya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Kesucian masjid jangan sampai ternoda, fungsi masjid harus dipertahankan, jangan sampai masjid digunakan sebagai alat politik,” pintanya.

Diakuinya, saat ini Islam berada di beberpa partai politik, jika umat berbeda pilihan dan itu menjadikan permasalahan maka ukuwah Islamiayah tidak akan tercapai. Dan hal ini mungkin yang diinginkan orang-orang yang tidak menginginkan Islam bersatu di Indonesia. Ukuwah Islamiyah akan diuji coba pada pemilu nanti.

“Oleh karena itu saya berharap dengan masjid ini tanpa memandang, membedakan, jamaah dari mana pun silakan salat di sini, mempunyai pilihan apa pun untuk berjamaah di sini, jangan sampai masjid ini digunakan untuk alat berpolitik,” katanya.

Dikatakan, perpecahan di antara jamaah khususnya dan umat Islam pada umumnya akan timbul, manakala masjid sudah beralih fungsi sebagai alat politik.

“Jangan sampai beralih fungsi, masjid ini benar-benar bisa digunakan untuk meningkatkan ibadah, habluminallah dan hablumminannas, dan juga untuk meningkatkan keimananan dan ketakwaan kita semua,” pesannya.

Ia melanjutkan, untuk membangun masjid mudah, namun yang menjadi permasalahan sementara ini banyak masyarakat yang ingin membangun fonumental saja belum sampai berpikir bagaimana untuk memakmurkan masjid itu sendiri.

“Jangan sampai kita lihat bangunan masjidnya baik tetapi jamaahnya hanya beberapa orang dan ketepatan waktu salatnya belum ada di situ. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian kita dan menjadi PR kita bagaimana bisa memakmurkan masjid ini,” katanya.

Ketua Yayasan Al Kautsar Kurniawan mengatakan masjid memang dibuat oleh Rosulullah untuk memulai peradaban Islam dan peradaban kaum muslim waktu itu.

“Umat ditempa untuk beribadah, berukuwah, dan berjamaah di masjid dan semangat itulah yang diharapkan bisa kita teladani melalui Masjid Al Kautsar ini,” katanya.

Masjid Al Kautsar dibangun pada 1998 dan pada 2016 mulai dilakukan renovasi dan baru selesai akhir 2019 dengan menelan dana sekitar Rp1,1 miliar. Masjid ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar. (set)