Tabloid IB Bukan Produk Jurnalistik

MUNGKID – Tabloid Indonesia Barokah (IB) sudah dinyatakan Dewan Pers tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers, alamat Indonesia Barokah yang tercantum dalam boks redaksi juga tidak ada.

Disamping itu, tabloid tersebut dinyatakan tidak mencantumkan nama badan hukum, penanggungjawab serta alamat percetakan. Serta nama-nama awak media wartawan tidak terdata sebagai wartawan yang mengikuti uji kompetensi wartawan oleh Dewan Pers.

Menyikapi hal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Soleh mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan penyebaran tabloid Indonesia Barokah di wilayah Kabupaten Magelang, namun belum ada intruksi penyitaan.

“Sejauh ini kami sudah selesai melakukan pendataan dan koordinasi ke instansi terkait. Belum ada arahan untuk penyitaan atau pengumpulan tabloid. Hanya saja jika masyarakat resah boleh menitipkan ke kantor jajaran Bawaslu terdekat, seperti kantor Panwascam atau Pengawas Kelurahan/Desa,” ucap Habib, kemarin.

Dalam laporan hasil pengawasan dan koordinasi Bawaslu Kabupaten Magelang dengan Kepala Cabang Kantor Pos Magelang Samsu Panitis terkait pendataan peredaran Tabloid Indonesia Barokah (IB). Kantor Pos Magelang ini membawahi wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

Dilaporkan bahwa total tabloid itu yang masuk ke Kabupaten dan Kota Magelang sebanyak 2.589 paket (7.767 eksemplar) di mana 1.246 paket ( 3.738 eksemplar) diantaranya sudah didistribusikan ke pondok pesantren dan masjid-masjid. Masih ada sebanyak 1.343 paket (4.029 eksemplar)  yang berada di kantor Pos Kecamatan. Tabloid yang belum diantar ini selanjutnya ditunda pengirimannya setelah dihimbau oleh Bawaslu Kabupaten Magelang.

Dari jumlah tabloid  2.589 paket (7.767 eksemplar) ini selanjutnya didistribusikan oleh Kantor Pos Pusat Magelang 277 paket (255 paket sudah didistribusikan dan 22 ditunda pengirimannya), kantor Pos Grabag 152 paket (111 paket sudah didistribusikan dan 41 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Blabak 81 paket paket (5 paket sudah didistribusikan dan 76 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Kaliangkrik 160 paket (117 paket sudah didistribusikan dan 43 ditunda pengirimannya), dan Kantor Pos Bandongan 367 paket (5 paket sudah didistribusikan dan 362 ditunda pengirimannya).

Artikel Menarik Lainnya :  Resepsi dan Dine In Tetap Dilarang, Kota Magelang Masuk PPKM Level 4

Selanjutnya Kantor Pos Dukun 82 paket (32 paket sudah didistribusikan dan 50 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Ngluwar 99 paket (42 paket sudah didistribusikan dan 57 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Salaman 175 paket (169 paket sudah didistribusikan dan 6 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Borobudur 143 paket (0 paket sudah didistribusikan dan 143 ditunda pengirimannya), Kantor Pos tegalrejo 181 paket (36 paket sudah didistribusikan dan 145 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Pakis 50 paket (0 paket sudah didistribusikan dan 50 ditunda pengirimannya), dan Kantor Pos Tempuran 83 paket (62 paket sudah didistribusikan dan 21 ditunda pengirimannya).

Kemudian Kantor Pos Salam 174 paket (0 paket sudah didistribusikan dan 174 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Secang 149 paket (30 paket sudah didistribusikan dan 119 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Mungkid 30 paket (29 paket sudah didistribusikan dan 1 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Muntilan 154 paket (149 paket sudah didistribusikan dan 5 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Sawangan 200 paket (190 paket sudah didistribusikan dan 10 ditunda pengirimannya), Kantor Pos Ngablak 32 paket (14 paket sudah didistribusikan dan 18 ditunda pengirimannya).

“Hasil kajian dewan pers sudah keluar, itu bukan produk jurnalistik. Pengelola pesantren dan takmir yang menerima tabloud kami minta untuk tidak menyebarkannya ke publik, cukup disimpan saja. Namun jika resah bisa menitipkanmya ke Bawaslu,” tandas Habib.(cha)