Countdown Traffic Light Dinonaktifkan Sementara

Countdown Traffic Light Dinonaktifkan
COUNTDOWN.Dishub Kota Magelang menonatkifkan sementara salah satu system countdown traffic light yang berada di Jalan A Yani, kawasan Alun-alun karena disinyalir sering disalahgunakan pengendara, sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

MAGELANG SELATAN – Alat penghitung mundur (countdown timer) traffic light di sejumlah titik di Kota Magelang dinonaktifkan awal tahun ini. Kebijakan tersebut ditempuh Dinas Perhubungan (Dishub) lantaran maraknya aksi penyalahgunaan alat itu untuk ajang kebut-kebutan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Kepala Dishub Kota Magelang, Suryantoro mengatakan countdown timer yang dinonaktifkan itu sebagian besar berada di Jalan A Yani Magelang Utara, kawasan Alun-alun, Magelang Tengah, dan Jalan Jenderal Sudirman, Magelang Selatan. Di kawasan itu, sering terlihat alat hitung mundur justru digunakan pengendara untuk menyalahi aturan.

“Misalkan masih merah, tetapi sudah mendekati angka satu dua, baru mau hijau, kendaraan sudah nyelonong duluan. Hal ini berpotensi membuat angka kecelakaan semakin tinggi. Terlebih jika kendaraan dari persimpangan lain belum habis atau masih ada yang lewat,” kata Suryantoro kepada wartawan, Minggu (20/1).

Penonaktifkan countdown ini, katanya, tidak seluruhnya. Di beberapa tempat yang memang dimungkinkan masih membutuhkan, Dishub tetap mengaktifkannya.

“Jadi penonaktifkan ini sifatnya sementara. Sedangkan alatnya tidak diturunkan. Masih di situ sampai sekarang. Nantinya semua countdown baru akan diturunkan ketika kami sudah menggantinya dengan Area Traffic Control System (ATCS),” jelasnya.

Dia menyebut, tidak hanya rentan disalahgunakan, adanya penghitung waktu mundur di area persimpangan traffic light tersebut sering dikeluhkan pengendara. Terutama di Persimpangan Soka, Magelang Selatan, yang hitungannya sampai 3 menit.

“Kadang kami dikomplain pengendara karena hitungannya dari arah utara terkesan lama, hampir 3 menit. Padahal bukan karena alat hitung mundur yang lama, tapi memang kebutuhan di persimpangan yang jaraknya berjauhan, sehingga hampir dari semua titik minimal menunggu 2 menit. Untuk di Soka, sudah kami nonaktifkan,” ucapnya.

Terkait penggantian dari traffic light countdown menggunakan ATCS, Suryantoro menjelaskan tahun ini akan ditambah 3 titik lagi. Ketiganya akan dipasang di persimpangan Gotong Royong (Jalan Jederal Sudirman), Masjid Agung Kauman (Jalan Tentara Pelajar), dan SPBU Cacaban (Jalan Diponegoro).

“Total tahun ini kita akan punya 11 titik ATCS. Yang 8 sudah berada di persimpangan Kupatan (Jalan A Yani), Menowo (Jalan A Yani), Kebonpolo (Jalan A Yani), CPM (Jalan A Yani), Rejowinangun (Jalan Jenderal Sudirman), Bayeman (Jalan Tidar), dan Canguk (Jalan Soekarno-Hatta),” paparnya.

Ia menilai, ATCS sudah mendesak untuk ditambah karena tidak hanya menunjang ketertiban lalu lintas, alat canggih ini bahkan seringkali dijadikan alat bukti kepolisian untuk memburu pelaku kriminal.

“Kepolisian sering menggunakan ATCS ini untuk mengetahui pelaku tindak kriminal. Karena gambar yang dihasilkan lebih tajam, jernih, dan tidak pecah seperti pada kamera CCTV biasa,” ucapnya.

Dengan ATCS, sambungnya, maka tidak diperlukan lagi penghitungan mundur. Pasalnya, alat dengan sistem komputerisasi itu juga dilengkapi dengan sensor penghitung otomatis jumlah kendaraan yang mengantre di traffic light.

”Begitu terlihat antreannya panjang, sedang di persimpangan lain sudah agak longgar maka kurang dari 20 detik, lampu merah akan berganti hijau. Sistemnya sudah otomatis, sehingga tidak perlu menggunakan alat penghitung mundur,” ungkapnya.

Selain itu, Suryantoro menambahkan, nantinya di setiap ATCS akan turut dipasang 3-4 Traffic Audio Announcer (TAA) berupa alat pengeras suara berukuran kecil. Alat ini untuk memberikan peringatan bila pengguna jalan melakukan pelanggaran lalu lintas melalui pengeras suara.

”Kami harap dengan lengkapnya fasilitas lalu lintas publik ini, bisa menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here