2.500 Siswa Miskin di Temanggung Terima BSM Rp950 Juta

PTM. Siswa SD di Temanggung mulai melakukan PTM terbatas sejak awal pekan lalu. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PTM. Siswa SD di Temanggung mulai melakukan PTM terbatas sejak awal pekan lalu. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Bantuan siswa miskin (BSM) di Kabupaten Temanggung hingga saat ini sudah dicairkan sebanyak Rp770,1 juta dari total anggaran sebanyak Rp950 juta.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo, pencairan BSM sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Anggaran itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Temanggung.

“Anggaran ini memang khusus diberikan kepada siswa kurang mampu dan yang terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Agus merincikan penyaluran diberikan kepada siswa SD sebanyak 1.182 siswa dengan nilai Rp354,6 juta dan SMP sebanyak 849 siswa dengan nilai Rp424,5 juta.

“BSM memang kami berikan kepada siswa SD dan SMP saja, siswa SMA dan SMK menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi,” tegasnya. 

Adapun secara total siswa SD dan SMP yang berhak mendapatkan BSM sebanyak 2.500 siswa dengan jumlah bantuan Rp950 juta. Dana itu dianggarkan pada APBD Kabupaten Temanggung Tahun 2021.

Dijelaskan, dari penerima itu, terdiri dari siswa SD sebanyak 1.500 anak dan SMP sejumlah 1000 anak. Siswa SD mendapat dana Rp300 ribu per tahun, sedangkan SMP sebanyak Rp500 ribu per tahun.

“Besaran bantuan yang diberikan sesuai dengan tingkatan pendidikan, bantuan ini bisa membantu siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh,” katanya. 

Dikatakan, ada sekitar Rp95,4 juta yang belum dicairkan yang teralokasi untuk siswa SD. Dana itu diperuntukkan untuk 318 siswa. Sedangkan untuk SMP sebanyak Rp75,5 juta atau untuk 151 siswa. Maka itu ada dana sekitar Rp170,9 juta yang belum dicairkan. 

Agus menambahkan, siswa yang mendapatkan bantuan ini dipastikan tidak menerima bantuan sejenisnya seperti bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP). Manakala ada siswa yang terdaftar sebagai penerima bantuan kedua program tersebut, maka siswa penerima harus memilih salah satu bantuan saja.

“Yang memilih PIP, maka akan dicoret dari daftar penerima BSM yang selanjutnya diganti siswa lain yang memenuhi syarat, namun belum terdaftar. Demikian sebaliknya,” pungkasnya. (set) 

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19