2.300 UKM di Temanggung Diusulkan dapat BPUM

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Sri Haryanto (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Sri Haryanto (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung mengusulkan sebanyak 2.300 pelaku usaha mikro untuk mendapatkan bantuan produktif modal usaha (BPUM) tahun 2021.

“Kami tetap mengusulkan pelaku mikro di Temanggung untuk mendapatkan bantuan tersebut, sampai saat ini sudah sampai tahap ke-3 sekitar 2.300 pelaku usaha mikro diusulkan,” terang Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Sri Haryanto, kemarin.

Ia mengatakan, sebelumnya sebanyak 1.500 pelaku usaha mikro di Kabupaten Temanggung sudah masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut. Masing-masing pelaku usaha akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp1.200.000.

“Berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Koperasi yang telah diterima Dinkopdag Kabupaten Temanggung tahun ini sebanyak 1.500 pelaku usaha mikro mendapat BPUM masing-masing sebesar Rp1.200.000,” jelasnya.

Pada 2020 Dinkopdag Kabupaten Temanggung mengusulkan sekitar 47.000 pelaku usaha mikro, tetapi yang disetujui Kementerian Koperasi sebanyak 16.400 pelaku usaha mikro.

Namun, dari yang disetujui tersebut realisasi yang benar-benar menerima bantuan sebanyak 14.100 pelaku usaha mikro masing-masing menerima bantuan Rp2.400.000 dan 2.300 pelaku usaha terblokir.

“Dari sebagian yang belum menerima BPUM tahun 2020 sepertinya dari Kementerian Koperasi diakomodir di tahun 2021 dan sebanyak 1.500 pelaku usaha mikro telah menerima surat keputusan bantuan tersebut,” katanya.

Namun, Diskopdag Kabupaten Temanggung tetap mengusulkan dan sampai saat ini sudah sampai tahap ke-3 sekitar 2.300 pelaku usaha mikro diusulkan.

Ia menyampaikan proses terus berjalan, jadi mereka yang menerima bantuan itu langsung mencairkan lewat BRI. Jadi mungkin sudah ada pelaku usaha mikro yang menerima BPUM, tetapi secara riil pihaknya belum menerima surat keputusannya.

“Oleh karena itu kami koordinasi dengan BRI siapa saja yang telah menerima BPUM,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tinjau Gudang Tembakau, DPRD Temanggung Minta Pabrikan Cepat Serap Tembakau.

BPUM ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha mikro khususnya, terutama untuk mereka yang terdampak pandemi dari tahun 2020.

“Semua pelaku usaha mikro bisa mengusulkan, asal aktif dalam usaha dan mempunyai akses serta omset. Kami dari dinas yang mengusulkan ke provinsi dan diteruskan ke kementerian,” katanya.

Untuk pengusulan mendapat BPUM, pelaku usaha mikro harus mempunyai surat keterangan usaha dari desa dan nomor induk berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan.

Jumlah bantuan yang diterima tahun 2021 ini memang berbeda dari tahun sebelumnya yakni setiap pelaku usaha mikro mendapatkan bantuan sebanyak Rp2,4 juta.

“Mungkin ini untuk pemerataaan, sehingga semakin banyak pelaku usaha mikro yang mendapatkan bantuan dengan berkurangnya jumlah bantuan yang disalurkan,” tandasnya. (set)