17 Guru dan Tujuh Siswa di Kabupaten Magelang Terpapar Covid, Pembelajaran Tetap Berjalan

JUMPA PERS. Konferensi Pers Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang di Komplek Setda Kabupaten Magelang.
JUMPA PERS. Konferensi Pers Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang di Komplek Setda Kabupaten Magelang.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin mengatakan, sebanyak 10 SD dan 10 SMP di Kabupaten Magelang terpapar Covid-19. Kendati demikian kegiatan belajar siswa tetap berjalan sambil terus dievaluasi secara dinamis.

“Dari 10 SD yang ditemukan kasus Covid-19, satu di antaranya sudah dinyatakan bersih. Jadi saat ini tinggal sembilan sekolah,” ucap Aziz, dalam Konferensi Pers Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang, Jumat (11/2/2022).

Aziz menyebutkan, paparan di 20 satuan pendidikan tersebut, terdiri 17 guru dan tujuh siswa. Dari temuan ini, Dinkes Kabupaten Magelang telah melakukan Tracing melalui Puskesmas sekitar tempat tinggal pasien.

Ia menegaskan kasus ini bukan klaster sekolah, tetapi masing-masing terpapar karena pelaku perjalanan. Para pasien yang terpapar melakukan isolasi mandiri (isoman)

Menurut Aziz, saat ini dari 816 satuan pendidikan di Kabupaten Magelang tingkat SD dan SMP, sebanyak 303 satuan pendidikan telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan 513 lainnya masih melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekolah yang belum melakukan PTM, melakukan pembelajaran daring, sistem guru kunjung atau kelas konsultasi, sambil menunggu proses persiapan untuk PTM sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Aziz.

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan di sekolah yang ditemukan kasus Covid-19 maka akan tutup selama lima hari. Anak didiknya tetap melakukan PJJ menggunakan teknologi informasi sambil koordinasi, sterilisasi lingkungan dan testing Covid-19.

“Lima hari cukup dan memadai bahkan jika belum siap maka menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing,” jelas Nanda.(cha)