163 Ribu Warga Wonosobo Telah Terima Vaksin Covid-19

VAKSIN. Kegiatan vaksin massal yang digelar pemkab di kompleks Gedung Sasana Adipura Kencana.
VAKSIN. Kegiatan vaksin massal yang digelar pemkab di kompleks Gedung Sasana Adipura Kencana.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Situasi penanganan pandemi covid-19 di Kabupaten Wonosobo terus menunjukkan tren perbaikan signifikan. Jumlah kasus konfirmasi positif terus mengalami penurunan. Sementara angka kesembuhan juga makin meningkat pesat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, DR Jaelan menyebut angka-angka perkembangan covid-19 di kota sejuk ini bahkan selaras dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia, yang menumbuhkan harapan dan optimisme baru.

“Tidak hanya tren penurunan jumlah kasus dan meroketnya kesembuhan yang layak untuk kita syukuri bersama, namun juga semangat dan antusiasme warga masyarakat untuk menjalani vaksinasi yang semakin hari semakin meningkat layak mendapatkan apresiasi,” tutur Jaelan di sela pemantauan vaksinasi massal di Sasana Adipura Kencana, Kamis (19/8).

Dari target vaksinasi untuk Kabupaten Wonosobo, yang mencapai 688.468 orang, pihaknya menyebut jumlah warga yang menerima suntik vaksin saat ini telah berada di angka 162.960 alias 23,67 %.

“Sebanyak 105.243 warga menerima vaksinasi dosis pertama. 57.241 telah menjalani vaksinasi dosis kedua, dan 476 orang tenaga kasehatan yang berhadapan langsung dengan pasien covid-19 dan rentan terhadap paparan corona telah menerima vaksin dosis ketiga,” terangnya.

Program vaksinasi massal yang digelar pemkab hampir setiap hari di Sasana Adipura Kencana dengan kuota mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari, ditambah sejumlah program lain yang ditangani Polres maupun Kodim 0707 Wonosobo, Jalean mengaku semakin optimis target sasaran vaksinasi akan dapat dicapai.

Berita menggembirakan lain dalam upaya penanganan pandemi di Kabupaten Wonosobo, diakui Jaelan juga datang dari Rumah Sakit, baik RSUD Setjonegoro, RSI Wonosobo maupun RS PKU Muhammadiyah. Di ketiga rumah sakit tersebut, jumlah pasien dirawat akibat terpapar covid-19 disebutnya terus menurun hingga salah satu tenda darurat milik BPBD Kabupaten yang didirikan di halaman RSUD Setjonegoro untuk menampung lonjakan jumlah pasien sepanjang bulan Juli lalu, saat ini telah dibongkar.

Artikel Menarik Lainnya :  Hendak Pesta Narkoba di Kebun Teh, Dua Pemuda asal Temanggung Ditangkap Polisi

“Dengan indikator epidemiologi ataupun indikator PPKM Mikro, peta zonasi kita membaik, dengan tidak ada satupun wilayah yang masuk kategori zona merah,” lanjutnya.

Semua indikator positif tersebut, selayaknya menjadi momentum untuk semua pihak terus bersemangat mengakhiri pandemi covid-19, dengan menguatkan benteng imunitas diri dan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, menjalani vaksinasi dan saling mengingatkan agar tidak lagi muncul gelombang serangan berikutnya.

“Semangat kemerdekaan yang mengusung tema besar Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, harus mendorong kita semua untuk bergandengan tangan mencegah agar paparan covid-19 tak lagi menyerang dan melemahkan setiap sendi kehidupan, mulai dari orang-orang terdekat kita, lingkungan sekitar hingga meluas ke seluruh kabupaten kita tercinta ini,” pungkasnya. (gus)