13 Desa Wisata di Temanggung Bakal Dapat Bantuan Rp1,7 Miliar untuk Pengembangan SDM

LIYANGAN. Salah satu desa wisata di Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
LIYANGAN. Salah satu desa wisata di Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung bakal mengucurkan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk 13 desa wisata di kabupaten setempat. Anggaran ini untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang wisata dan pembangunan sarana-prasarana.

Fungsional Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Arbai Nur Muhammad mengatakan, bahwa anggaran tersebut memang difokuskan untuk pengembangan SDM. Pembangunan sarpras menyesuaikan dengan kebutuhan di setiap desa wisata.

Dijelaskan, bantuan untuk peningkatan dan pengembangan wisata di Kabupaten Temanggung ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang ditetapkan tahun 2022.

“Bantuan keuangan sebesar Rp1,7 miliar ini bersumber dari APBD Penetapan tahun 2022 untuk pengembangan pariwisata di 13 desa. Bantuan itu untuk meningkatkan sektor pelayanan dan juga sarpras di lokasi wisata,” jelasnya.

Diharapkan, dengan didukung sarana prasarana yang memadai dan kualitas sumber daya manusia, wisata desa akan lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan. Sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa juga meningkat.

Menurutnya, desa-desa di Kabupaten Temanggung memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan pariwisata, dengan potensi dari yang ada di masing-masing desa.

“Potensinya sangat beragam, mulai dari alam, budaya dan yang lainnya yang bisa terus didorong untuk dikembangkan,” katanya.

Dengan bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan sektor pelayanan pariwisata di desa itu agar menarik dikunjungi. Dari kunjungan wisatawan yang banyak itulah, maka pendapatan desa secara otomatis meningkat, dan juga menambah pendapatan bagi masyarakat.

“Wisata bisa berjalan otomatis akan berdampak pada perekonomian, tidak hanya pelaku wisata saja tapi bisa semua masyarakat merasakan,” harapnya.

Arbai menyebutkan, masing-masing desa wisata akan mendapatkan bantuan bervariasi, mulai dari Rp30 juta hingga Rp300 juta rupiah. (set)