1 Pasien DBD Meninggal Dunia

    1 Pasien DBD Meninggal Dunia
    PENGASAPAN. Proses pengasapan atau fogging yang dilakukan Dinkes Kota Magelang terus dilakukan di berbagai titik, untuk mencegah penyebaran DB.

    MAGELANG SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Meskipun terjadi 35 kasus sejak awal tahun 2019 hingga 6 Maret 2019. Satu penderita dari Kelurahan Rejowinangun Utara meninggal dunia akibat penyakit ini.

    ”Jumlah kasus demam berdarah pada Januari ada 11 kasus, dan Februari 24 kasus. Semua penderita di rawat di rumah sakit. Sementara untuk penderita demam dengue (DD) ada 105. Sedangkan tahun 2018 terjadi 52 kasus,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Magelang, Yis Romadhon, kemarin.

    Jumlah penderita ini, kata Yis, hampir merara di semua kelurahan di Kota Magelang. Ia menyebut jumlah terbanyak berada di Kelurahan Tidar Utara dengan 5 penderita. Kemudian 4 kasus di Kelurahan Kramat Selatan dan Rejowinangun Selatan.

    Menyikapi hal tersebut, pihaknya mengedarkan surat pemberitahuan waspada dini demam berdarah dengue. Surat tersebut di tujukan ke instansi dan masyarakat. Isinya warga diminta melaksakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN-DBD), yakni dengan melakukan gerakan 3M Plus.

    ”3M Plus itu menguras, menutup dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Bisa mengunakan lotion anti nyamuk, penambahan bubuk abate ke bak-bak penampungan, dan sebagainya,” imbuhnya.

    Melihat jumlah kasus cenderung meningkat, pihaknya melakukan fogging atau pengasapan enam kali dalam satu minggu. Tujuannya untuk membasmi nyamuk dewasa. Namun tak serta merta, proses pengasapan ini disetujui warga. Sebagian warga justru menolak ketika tim fogging dari Dinkes hendak melakukan penasarapan.

    ”Padahal dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE), lokasi tersebut harus dilakukan fogging. Memang, penolakan tidak secara langsung, tapi begitu kita datangi, rumah-rumah sengaja dikunci dan ditinggal pemiliknya,” ujarnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    Yis berharap, masyarakat berpartisipasi menyukseskan pengendalian DBD. Sekadar diketahui, satu nyamuk betina bisa hidup 2 sampai 3 bulan. Seekor nyamuk betina dewasa bisa menghasilkan 100 butir telur nyamuk.

    ”Penganggaran dan perencanaan sebenarnya sudah optimal dilakukan. Hanya memang fakta di lapangan biasa kita mendapat permasalahan. Sebanyak Rp344.795.000 digunakan untuk fogging, sosialisasi, honor kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), dan sebagainya,” ucapnya. (wid)