Tak Terima Hasil Putusan, Asparaw Pilih Banding

    0
    9

    WONOSOBO- Asosiasi Pengusaha Karaoke Wonosobo (Asparaw) mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Mereka mengaku kecewa dengan hasil putusan Pengadilan Negeri Wonosobo yang menolak semua gugatan yang diajukan Asparaw. Keputusan tersebut dituding tidak mempertimbangkan sejumlah  hal penting dan lebih mengedepankan aspek politik.

    “Ini aneh saja, hakim tidak mempertimbangkan hal –hal krusial termasuk adanya saksi ahli yang mengatakan bahwa belum ada tata cara pengajuan izin dari bupati bagi pengusaha untuk membuka tempat karaoke,” ungkap Kuasa Hukum Asparaw Yosep Parera saat dikonfirmasi kemarin.

    Menurutnya, hal tersebut sudah diprediksikan tim kuasa hukum Asprawa. Sebab, keputusan tersebut lebih condong pada aspek yang bersifat politis, pengadilan negeri masuk dalam unsur Muspida. Saksi ahli yang menyebtukan belum adanya aturan dari pemkab terkait pengajuan izin juga tidak dijadikan pertimbangan keputusan pengadilan.

    “Saya kira keputusan pengadilan lebih condong pada aspek politik, karena mereka sama-sama Muspida. Maka, kita langsung banding, mencari keadilan ke pengadilan tinggi, yang kita nilai lebih adil,” ucapnya.

    Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Wonosobo Dwi Suryanta membenarkan, sidang putusan gugatan dari Asparaw sudah berlangusng pada Kamis (4/4) lalu. Hasil putusan dari pihak penggugat atau konvensi ditolak semuanya. Sedangkan rekonvensi dari pihak tergugat di tolak sebagian.

    “Yang dari penggugat semua ditolak. Sedangkan dari tergugat atau rekonvensi diterima sebagian. Yaitu, tentang perbuatan Asparaw yang dikategorikan melawan perbuatan hukum, karena membuka tempat usaha tanpa izin,” ungkapnya.

    Sebagiamana diketahui, Asparaw mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Wonsobo pada akhir September 2018.  Mereka menilai kebijakan pemerintah menutup  tempat karaoke telah merugikan anggota Asparaw. Langkah tersebut ditempuh lantaran upaya untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah mengalami hambatan yang signfikan. Asparaw juga merasa kebaeratan adanya penyegelan tempat usaha karaoke.

    Penutupan atau penyegelan yang dilakukan pemerintah dengan dasar Perda No 3 tahun 2017 telah merugikan anggota Asparaw. Dari segi materi maupun nonmateri, sejak dikeluarkanya surat keputusan penyegelan. Setelah melalui proses panjang persidangan, akhirnya pada 4 April 2019, pengadilan memutuskan seluruh gugatan Asparaw ditolak. (gus)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here