Wisatawan Candi Borobudur Disuguhi Pertunjukan Tari

0
102
Wisatawan Candi Borobudur Disuguhi Pertunjukan Tari
TARI. Penari Sendratari Kidung Karmawibangga menjadi daya tarik tersendiri wisatawan dalam suasana libur panjang di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

//Tak Hanya Menikmati Bangunan Megah//

BOROBUDUR – Wisatawan Candi Borobudur pada musim liburan ini disuguhi pertunjukan tari yang jarang ada pada saat hari-hari biasa.

Sendratari Kidung Karmawibangga mampu menarik perhatian wisatawan dalam suasana libur panjang di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

114 penari dari dua kabupaten, Magelang dan Temanggung terlibat dalam pagelaran kolosal di panggung taman Lumbini Candi Borobudur pada Selasa (25/12). Yaitu penari dari Selopampang dan Gandu Temanggung, serta sebagaian Windusari Magelang.

Sendratari lengkap dengan alunan Gamelan yang rancak, mengambil lakon di salah satu lantai Kamadhaatu Candi Borobudur, Relief Karmawibangga memiliki 160 panel menceritakan nilai budaya, adat, dan aktifitas pertanian, keagamaan masyarakat Jawa tahun 700 Masehi.

“Dengan mengambil kisah Asmara dibukit Bumi Sambara Budara. Dimana kerajaan Kanaya, Sang Raja mengutus dua pangeran, yaitu Pangeran Sancaka dan Sangkala untuk cari tumbal, agar negerinya kembali damai. Akhirnya Pangeran Sancaka yang berhasil mendapatkan tumbal berupa Keris. Pesan yang disampaikan adalah kebersamaan,” ungkap Penggagas kegiatan, Budayawan Magelang, Sucoro.

Menurut Sucoro, wisatawan yang datang ke Candi Borobudur, tidak hanya disuguhi dengan fisik Candi Borobudur sendiri, tetapi juga harus ditampilkan cerita budaya yang ada diseputaran Candi Borobudur.

“Tari yang menggambarkan kehidupan masyarakat setempat, atau yang berkaitan dengan sejarah Borobudur, wisatawan harus mengetahui hal tersebut. Jadi akan ada cerita yang dibawa pulang, selain menyaksikan langsung kemegahan fisik Candi Borobudur,” papar Sucoro.

Menurut Sucoro, pertunjukan seperti itu harus lebih sering digelar, agar edukasi budaya yang menghibur terkait budaya masyarakat Candi Borobudur dapat ditampilkan kepada pengunjung.

“Minimal satu minggu dua kali ada pergelaran budaya seperti ini,” tandas Sucoro.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here