Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK

0
154
Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK
TEROR. Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarief dikabarkan dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (9/1/2019) dini hari.

Nyali Kami Sudah Teruji

JAKARTA – Hantaman teror yang dikirim sang arsitek bom pipa, seperti buih ombak. Tak-tik ini, takan menyurutkan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bergerak semakin liar menerabas tindak korupsi.

Ya, teror bom pipa yang dikirim ke rumah Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif, Rabu (9/1) dini hari seperti sinyal, ada yang aktor korup yang tergangu dengan gerak komisi antirasuah itu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, para pegawai, termasuk kelima pimpinan, tetap bekerja menjalani tugasnya masing-masing. Bahkan, Agus tetap menghadiri acara sebagai narasumber di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pagi tadi.

“Nyali kami sudah teruji. Kami tidak takut. Kami tetap melaksanakan tugas penindakan dan pencegahan seperti yang dilaksanakan setiap harinya sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan,” ujar Febri kepada awak media, kemarin (9/1).

Terkait dugaan aksi teror, Febri mengaku pihaknya telah menerjunkan tim ke tempat kejadian perkara untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ia pun mengapresiasi kinerja tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Tim Densus 88 yang berkerja dengan cepat menangani kasus tersebut.

Febri mengakui, KPK mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Publik mendukung KPK untuk tidak terpengaruh dengan aksi teror dan terus melakukan tugas pemberantasan korupsi.

Dikatakan Febri, saat ini fokus KPK adalah memperkuat mitigasi risiko keamanan, baik kepada pimpinan maupun para pegawai KPK.”Jika dibutukan kami akan melakukan penguatan-penguatan aspek keamanan,” tuturnya.

Ia pun meminta kepada publik untuk menunggu perkembangan proses penanganan perkara yang dilakukan pihak kepolisian. Dirinya pun menjamin KPK akan tetap bekerja sesuai koridor hukum yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo Harahap mengecam keras dugaan aksi teror yang menimpa dua pimpinan KPK. Kata dia, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan komisi antirasuah tengah diuji.

Dirinya menegaskan, dugaan aksi teror yang kerap menimpa pegawai KPK tidak akan menurunkan semangat dalam memberantas korupsi. Ia meyakini dugaan aksi teror tersebut sebagai upaya untuk menimbulkan rasa takut agar KPK berhenti menindak kasus korupsi. “Kami justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi, apapun risikonya,” tegasnya.

Aksi tersebut, menurutnya kerap dilakukan lantaran para pelaku memandang kasus tersebut tidak akan terungkap. Maka, dirinya mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelakunya, agar upaya teror terhadap pimpinan dan pegawai KPK tidak akan terulang. “Presiden Joko Widodo harus dapat membongkar berbagai upaya pelemahan KPK melalui teror kepada pimpinan KPK maupun pegawai,” tegas Yudi.

Secara terpisah, Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menyatakan, teror yang menimpa Agus Rahardjo dan Laode M Syarief merupakan bukti bahwa KPK telah bekerja dengan baik. Ia menilai, banyak spekulasi yang melatarbelakangi tindakan itu, seperti politik hingga proses penegakan hukum.

“Teror kepada KPK itu akan terus terjadi kalau teror-teror sebelumnya tidak terungkap. Tentu butuh kerja cepat bagi penegak hukum untuk membongkar kasus ini, khususnya pihak kepolisian. Karena untuk menghindari spekulasi-spekulasi itu butuh proses hukum yang cepat,” ujar Donal di Kantor ICW, Jakarta.

Ditambahkan, dugaan aksi teror bom kepada KPK bukan yang pertama kali terjadi. Pada Januari 2008, KPK juga pernah digoyang isu bom yang menyebabkan seluruh pegawai KPK berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Jelang setahun, tepatnya Juli 2009, teror tersebut juga kembali menimpa. Ada yang menelepon pihak KPK dan menyebut bom telah diletakkan di gedung KPK lama. “Ini akan terus menjadi teror kalau pelaku-pelaku teror sebelumnya tidak pernah terungkap secara hukum,” tukasnya. (riz/mhf/fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here