Terminal Sepi, Tak Berikan Kontribusi

0
15
Terminal Sepi, Tak Berikan Kontribusi
SEPI. Terminal Magersari yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah seakan tidak berfungsi optimal lantaran tidak ada satupun kendaraan angkutan umum di sana, kemarin.

DPRD Kritik Pembangunan Terminal Magersari

MAGELANG SELATAN – Pembangunan Terminal Magersari yang menghabiskan dana mencapai Rp2,24 miliar rupanya belum bisa mencapai tujuan awalnya. Sampai saat ini, jumlah penumpang yang berangkat melalui terminal tipe C termegah yang dimiliki Pemkot Magelang itu masih belum sesuai dengan harapan dan kenyataan. Jangankan penumpang, angkutan umum kota (angkot) saja tidak pernah mampir ke terminal yang berhadapan dengan Pasar Sidomukti tersebut.

Kenyataan tersebut membuat DPRD Kota Magelang bersuara. Menurut mereka, bila Terminal Magersari tetap seperti ini kemungkinan tak akan memberi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkot Magelang.”Sebenarnya kami sudah sering menanyakan ke Dinas Perhubungan (Dishub). Dari keterangan mereka, sopir angkot memang enggan masuk ke Terminal Magersari karena aksesnya lumayan jauh dibanding dengan tempat mangkal saat ini seperti di Jalan Ikhlas dan Shopping,” kata Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Muh Harjadi, Senin (7/1).

Jika alasan sepinya terminal adalah karena sopir angkot enggan berada di terminal itu, Harjadi menilai ada yang salah dalam perencanaan sebelumnya. Ia menduga jika bahasan pembangunan Terminal Magersari tak melibatkan organisasi angkutan umum dan para sopir itu sendiri. ”Saya menilai kalau perencanaannya gagal, sehingga Terminal Magersari tidak optimal. Parahnya, biaya pembangunan yang dikeluarkan tidak sedikit, tapi sampai sekarang tidak ada pemasukan sama sekali,” tandasnya.

Haryadi mendesak, Pemkot Magelang melalui Dishub berani mengoptimalkan pemakaian terminal dengan strategi dan inovasi. Sebab, ia menyayangkan jika anggaran yang sudah dikeluarkan itu hilang begitu saja. Bahkan, dari asas manfaatnya pun tidak dapat dijangkau.

”Harus optimistis dan lakukan strategi bagaimana caranya supaya sopir angkot tidak enggan lagi masuk ke terminal. Para penumpang yang biasa menunggu angkot di jalan raya, bisa dialihkan ke terminal yang berada di kawasan Sentra Ekonomi Lembah Tidar (SELT) itu,” ucapnya.

Kasi Angkutan dan Terminal Dishub Kota Magelang, Noor Singgih menjelaskan, sebenarnya terminal ini tidak mati sama sekali. Sebab, setiap pagi tetap ada angkot yang masuk ke terminal untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.”Hanya saja memang, angkot mau masuk ke terminal karena ada petugas yang jaga di ruas Jalan Ikhlas (bawah pasar burung). Setelah tidak ada petugas, angkot lebih memilih lurus menuju area shooping tanpa berbelok ke terminal,” jelasnya.

Ia mengakui, sopir angkot merasa keberatan masuk ke terminal karena sepi penumpang. Mereka lebih memilih langsung ke area shopping karena dekat dengan Pasar Rejowinangun yang banyak penumpang.

”Sejauh ini, kami juga belum menarik retribusi ke sopir karena keadaan ini. Meskipun sebenarnya ada sanksi untuk para sopir karena sudah ada peraturannya, yakni UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” ungkapnya.

Di dalam perencanaan, esensi dari Terminal Magersari ini, lanjut Singgih, secara teknis diperuntukkan untuk bongkar muat penumpang angkot. Di area terminal juga terdapat kantor, sebagai fasilitas sekretariat Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Magelang dan Koperasi Angkutan Kota (Kopata).

”Fungsi untuk memfasilitasi Organda dan Kopata sudah berjalan, bahkan mereka sudah ngantor di sini,” ungkapnya.

Dia berharap, seiring dengan waktu pengemudi angkot nantinya bisa memanfaatkan secara optimal. Sebab, fasilitas ini memang diperuntukan bagi awak angkutan, untuk mengantisipasi penurunan load faktor penumpang.

”Harapannya dengan adanya terminal ini jumlah pengumpang angkot yang terus menurun bisa bangkit lagi. Terlebih kawasan ini diproyeksikan menjadi Sentra Ekonomi Lembah Tidar, yang tidak hanya wisata Gunung Tidar, tetapi juga ada pusat kuliner, pasar, tempat olahraga, dan sebagainya,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Magelang, Sriyanto mengaku, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada para pemilik angkot agar para sopir dapat masuk ke Terminal Magersari. Surat ini berdasarkan imbauan dari Dishub terkait tidak masuknya angkot ke terminal tersebut.”Tapi nyatanya sopir angkot tetap tak mau masuk ke terminal. Alasannya, lokasi tidak strategis, tidak ada penumpang, dan jalan pintu masuk kurang landai. Kami sebagai organisasi tidak bisa berbuat banyak kalau kemauan mereka seperti itu,” katanya. (wid)

SEPI. Terminal Magersari yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah seakan tidak berfungsi optimal lantaran tidak ada satupun kendaraan angkutan umum di sana, kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here