Teliti Urine, Dua Siswa SMAN 1 Juara Dua Nasional

    0
    23
    Teliti Urine, Dua Siswa SMAN 1 Juara Dua Nasional
    PENGHARGAAN. Dua siswa SMAN 1 Purworejo menerima penghargaan medali perak sebagai juara 2 kompetisi penulisan ilmiah IFSA 2019 di Tangerang, kemarin.

    PURWOREJO – Dua siswa SMA Negeri 1 Purworejo berhasil meraih juara 2 dan berhak membawa pulang medali perak kompetisi bergengsi penulisan ilmiah untuk kalangan milenial bertajuk Indonesia Fun Science Award (IFSA) 2019. Mereka sukses menyisihkan belasan finalis lain dari seluruh Indonesia pada babak final.

    Keduanya yakni, Akhmad Nur Muzakki (16) dan Mastri Imammusadin (17), siswa kelas 11 jurusan IPA dan IPS. Karya ilmiah yang diangkat cukup unik dan lucu, yakni berjudul ‘Kajian Urine Siswa IPA dan IPS di SMA N 1 Purworejo’.

    IFSA merupakan kompetisi penelitian ilmiah pertama di Indonesia yang digelar Science German University. Ajang ini mensyaratkan pesertanya untuk mengangkat tema-tema penelitian yang unik, lucu, menyegarkan dan mungkin dianggap tidak bermutu tetapi bertujuan untuk memecahkan masalah dan dapat bermanfaat.

    Sejak babak awal, terdapat sedikitinya 123 karya ilmiah pelajar SMA sederajat dari 21 provinsi yang turut andil meramaikan kompetisi tersebut. SMAN 1 Purworejo hanya terpaut nilai tipis dari dari SMAN 1 Medan yang menjadi juara 1. Sementara untuk juara 3 (medali perak) diraih SMA N 1 Klaten, juara 4 (medali perunggu) SMAN 5 Semarang, dan Juara 5 (medali perunggu) yakni SMA IT Iqro Bengkulu.

    Selain 5 finalis terbaik, ajang itu juga memilih kategori penelitian terlucu, penelitian paling berpengaruh, kualitas penelitian tinggi tapi kurang lucu, dan poster terfavorit. Adapun penerimaan penghargaan telah berlangsung di Living World Mall, Alam Sutera Tangerang 9 Maret kemarin.

    “Di final kemarin kita dapat peringkat 2 (perak). Terpaut tipis sekali nilainya dengan juara satu,” kata Guru pembimbing, Trisni Atmawati, Selasa (12/3).

    Trisni mengaku bangga dengan prestasi yang diukir anak didiknya. Meski belum menjadi yang terbaik pertama, Trisni menilai prestasi kedua siswa layak menjadi kebanggan pelajar Kabupaten Purworejo, khususnya SMA N 1.

    “Mereka sangat berpotensi, siswa yang cerdas. Ide ini juga munculnya dari mereka, saya hanya membimbing secara teknis,” jelasnya.

    Sementara itu, kedua siswa mengaku tidak menyangka karyanya akan menjadi juara dua. Dibeberkan, pemilihan tema urine mereka anggap unik dan lucu. Namun demikian, kajian yang dilaksanakan benar-benar melalui penelitian ilmiah dan hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan.

    “Ya karena unik aja, biar nggak terlalu serius. Setelah berembug, kebetulan dapat idenya yang tentang urine, akhirnya kami bikin karya ilmiah ini,” kata Ahmad Nur Muzakki.

    Dalam penelitian yang berlangsung selama dua hari itu, sedikitnya diambil masing-masing 10 siswa dari jurusan IPA dan 10 siswa dari jurusan IPS sebagai sampel. Berdasarkan hasil observasi, terdapat perbedaan antara siswa IPA dan IPS.

    Penelitian dilakukan dengan metode uji kimia yang meliputi pengukuran pH (tingkat keasaman) urine, pengamatan mikroskopik, uji glukosa dan uji protein dalam urine. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pH dan glukosa urine siswa IPA lebih tinggi dari siswa IPS.

    “Kondisi ini berdasarkan wawancara dan analisis data uji kimia serta mikroskopis, didapat bahwa kondisi tersebut dimungkinkan karena adanya gangguan pencernaan yang bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur atau gangguan psikologis (stres),” bebernya.

    Mastri Imammusadin menambahkan, salah satu persepsi menganggap bahwa siswa IPA lebih rentan terkena stres atau tekanan daripada siswa IPS. Pernyataan ini berpedoman pada siswa IPA yang memiiki mata pelajaran yang terkesan rumit dan sulit.

    “Sedangkan siswa IPS mempunyai pelajaran yang terkesan mudah. Karena itu kadar pH urine dan glukosa siswa IPA lebih tinggi karena pelajaran yang lebih rumit,” ujarnya.

    Prestasi terbaik kedua yang diaih menjadi pun menjadi motivasi tersendiri untuk lebih giat belajar dan melakukan riset yang lebih menarik. Mereka berharap kedepan mampu mengharumkan nama Kabupaten Purworejo dengan prestasi yang lebih baik lagi. (top)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here