TEMANGGUNG – Hujan yang mengguyur Kabupaten Temanggung pada Minggu (10/2) petang lalu, menyebabkan tebing setinggi 15 meter dengan panjang sekitar 20 meter di Jalan Raya Semarang Jogjakarta longsor.

Plt kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Gito Walngadi mengatakan, hujan yang turun saat itu merata terjadi di seluruh wilayah Temanggung. Sehingga menyebabkan tebing di jalan raya Jogjakarta Semarang, tepatnya di Desa Ngipik Kecamatan Pringsurat longsor.

“Tebing yang berada persis di bahu jalan antar provinsi itu longsor, material longsoran tanah menutup badan jalan hingga 5 meter,” terangnya kemarin.

Dikatakan, sebelum dilakukan pembersihan material longsoran tanah pada Senin (11/2), pada Minggu malam pihaknya sudah langsung melakukan asesmen dan memasang garis tanda bahaya. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kejadian tersebut.

“Dengan menggunakan alat berat saat ini akses jalan sudah kembali lancar, hanya saja kondisinya masih licin, oleh karena itu pengguna jalan harus ekstra hati-hati,” pesannya.

Sementara itu Satuan ‎Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD TP) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah (Jateng), menerjunkan dua alat berat serta tiga truk, guna membersihkan longsor. Aktivitas pembersihan dilaksanakan mulai sekitar pukul 08.00.

Kepala SKPD TP DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Adhi Wirawan mengatakan, pihaknya memang sengaja melakukan pembersihan pada Senin pagi, sebab meskipun menutup sebagian badan jalan raya material tanah tersebut tidak begitu menganggu arus lalu lintas.

“Selain itu kondisinya juga tidak memungkinkan, karena Minggu kemarin cukup deras, di samping itu daerah itu juga masih sangat minim penerangan,” terangnya.

Lalu ketika pihaknya memaksakan pembersihan pada Minggu petang justru akan menganggu arus lalu lintas. Oleh karena itu pihak BPBD hanya memasng rambu-rambu agar pengguna jalan lebih hati-hati.

Sedangkan, Pejabat Pembuat Komintmen (PPK) S02, Jalan Raya Pringsurat, Secang – Batas Jogja, Suhendi, menambahkan, alat berat yang diperbantukan untuk membersihkan tanah tersebut didatangkan dari Magelang.

“Pada prinsipnya pihak Bina Marga Jateng selalu siap bertindak jika ada peristiwa longsor, yang berpotensi mengganggu atau melumpuhkan arus lalu lintas di jalan provinsi ini,” katanya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here