Tak Semua SPBU Kini Jual Premium

0
52
Tak Semua SPBU Kini Jual Premium
ANTRE. Puluhan pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli bahan bakar minyak di salah satu SPBU Wonosobo.

WONOSOBO – Tujuh dari sembilan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Wonosobo masih menyediakan bahan bakar jenis premium. Sisanya sudah tidak lagi menyediakan, yakni di SPBU Pacekelan dan Sidojoyo.

Ketua Paguyuban SPBU se-Kabupaten Wonosobo Mustahal mengatakan, meski menjual premium namun sangat dibatasi oleh Pertamina.

“Hanya 8.000 barel perbulan untuk SPBU Siono Kertek ini. Untuk SPBU yang lain ada yang 8.000 barel perminggu” tutur Mustahal, pria asli Semarang

Cara penguranganya dari Pertamina, apabila tidak order dalam suatu hari, nanti pengirimanya bisa sampai 1 atau 2 hari atau bahkan sampai 3 hari baru dikirim.

Dijelaskan, yang ada nilai subsidinya hanya bahan bakar jenis premium dan solar. Sedangkan nilai subsidi per liternya, pihaknya, sebagai stasiun pengisian bahan bakar tidak mengetahui.

“Apabila di SPBU kami pas ada premium biasnya bukan hanya untuk angkot saja. Bahkan untuk kendaran jenis pribadi pun ada yang menggunakan bahan bakar bersubdi tersebut. Biasanya untuk menjual premium kami jual jam 18.00-19.00 WIB atau kami ubah di pagi hari, kadang di siang hari.  Tidak menentu tergantung  ada atau tidaknya barang tersebut. Tujuanya biar tidak antre terlalu panjang untuk para pembeli BBM, kasihan yang lain yang mungkin akan melakukan perjalan jauh” ungkap Mustahal.

Diakuinya, dalam menjual bahan bakar jenis premium serba susah serba salah. Karena, inginnya pembeli minta dalam jumlah banyak. Sedangkan pihaknya selaku penyalur dibatasi Pertamina.

“Subsidi kan hanya untuk warga yang kurang mampu, tapi kenyataanya kurang mampu kok pakai mobil,” jelas Mustahal

Mustahal menegaskan untuk pom mini yang menjamur di beberapa wilayah Wonosobo dipastikan tidak menjual bahan bakar bersubsidi. Biasanya pihak pom mini mengecer pertalite dan pertamax.

“Jadi kalau penjualan non subsidi memang kami di tuntut untuk menjual sebanyak mungkin,” tegasnya.

Pembelian bahan bakar bersubsidi dibatasi. Hanya Rp 100 ribu biar bergantian  dengan yang lain. Sebenarnya jumlah tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan angkot Wonosobo – Kertek.

“Sedangkan yang beli bukan hanya kendaran angkot saja,” pungkasnya. (fid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here