Siswa SMK Aniaya Korban hingga Tewas 

0
257
Siswa SMK Aniaya Korban hingga Tewas
TUNJUKAN. Dua tersangka kasus tawuran antar pelajar SMK di Temanggung ditunjukan saat gelar perkara di Polsek Kedu Senin kemarin.

2 Ditetapkan Tersangka

TEMANGGUNG – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, menetapkan dua tesangka atas kasus tawuran antara pelajar SMK di Temanggung yang mengakibatkan satu nyawa melayang Sabtu (5/1) lalu.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi dua tersangka tersebut yakni AD (18) warga Tlogorejo Temanggung dan AG (18) warga Kecamatan Kandangan, keduanya terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban hingga korban kehilangan nyawa pada Sabtu (5/1).“Keduanya sudah masuk usia dewasa, namun kedua tersangka ini masih sekolah di salah satu SMK swasta di Kabupaten Temanggung,” terangnya saat gelar perkara Senin (7/1).

Ia mengatakan, kasus tawuran dan penganiayaan terhadap korban atas nama Aditya Hisam siswa SMK swasta di Kecamatan Kedu ini, terungkap setelah petugas gabungan dari Polsek Kedu dan Polres Temanggung melakukan pendalaman dan penyelidikan usai ditemukannya mayat korban pada Minggu (6/1) lalu.

“Petugas kami langsung melakukan olah TKP dan langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa langsung menangkap kedua tersangka ini,” tukasnya.

Menurutnya, kasus tawuran hingga menyebabkan salah satu korban meninggal dunia pada Sabtu (5/1) malam lalu, bermula dari sejumlah siswa SMK swasta di wilayah Kecamatan Temanggung melewati SMK di wilayah Kecamatan Kedu.

Sesampainya di depan SMK swasta di Kecamatan Kedu, sejumlah siswa dari SMK swasta di Kecamatan Temanggung ini sudah dihadang oleh sejumlah siswa SMK di Kecamatan Kedu. Kemudian aksi tawuran pun tak terhindarkan.

“Dari keterangan kedua tersangka, usai merayakan ulang tahun di rest area Kledung siswa SMK di Kecamatan Temanggung sengaja melewati SMK swasta di Kecamatan Kedu, ternyata mereka memang sudah dihadang oleh siswa SMK Kecamatan Kedu. Disitulah terjadi tawuran dan menyebabkan salah satu siswa SMK swasta Kedu meninggal Dunia. Mereka sudah saling informasi, sehingga mereka ini bertemu di depan SMK swasta di Kedu,” ceritanya.

Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kejadian ini.“Informasi sudah kami gali dari kedua tersangka dan delapan saksi dari kedua belah pihak, terangka lain masih kami dalami,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, kedua tersangka masih ditahan diruang tahanan Mapolsek Kedu. Untuk sementara barang bukti yang diamankan dari kedua tersngka yakni sebuah sepeda motor dan baju yang digunakan oleh korban dan tersangka. Sedangkan celurit yang digunakan untuk menghabisi korban masih belum ditemukan.“Berdasarkan pengakuan tersangka celurit yang digunakan langsung dibuang dan kami masih berusaha mencari barang bukti tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, kepada kedua tersangka ini dikenakan pasal berlapis pasal 80 penganiayaan terhadap anak dibawah umur ayat 3 junto pasal 76 huruf c uu no 17 tahun 2016, tentang penetapan perpu ke 1 tahun 2016, perubahan kedua atas uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu tersangka juga diancam dengan pasal berlapis pasal 170 tentang kekerasan terhadap orang yang menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman 12 tahun penjara dan pasal 351 KUHP ayat 3 penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia ancaman hukuman tujuh tahun penjara.“Kedua tersangka ini diancam dengan pasal berlapis, karena melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur hingga meninggal dunia,” tutupnya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here