Puluhan Wartawan Nyekar ke Makam Tokoh Pers Nasional

0
19
Puluhan Wartawan Nyekar ke Makam Tokoh Pers Nasional
NYEKAR. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten dan Kota Magelang, nyekar ke makam mantan menteri penerangan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional.

BOROBUDUR – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2019, puluhan anggota PWI Magelang Raya (kabupaten dan kota) Magelang, melaksanakan tradisi nyekar ke makam tokoh pers nasional, Boediharjo, di TPU Tingal Kulon Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (9/2).

Almarhum Boediharjo merupakan mantan Menteri Penerangan yang menjabat tahun 1968-1973.

Tradisi nyekar kali ini didampingi putri ketiga almarhum Boediharjo, Ny Eni, Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adi Nugroho, Assisten  Administrasi Umum Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana.

Sebelum tabur bunga, seluruh yang hadir berdoa secara khidmat dipimpin sesepuh desa setempat. Wartawan senior, Joko Suroso menyampaikan, tradisi nyekar ini sebagai bentuk penghormatan para wartawan kepada almarhum yang sudah banyak mendedikasikan hidupnya pada dunia pers.

“Selain mendoakan pak Budiharjo, kami juga mendoakan wartawan lain yang sudah almarhum,” kata Joko.

Dikatakan pula, almarhum Boediharjo hingga akhir hayatnya tidak pernah berhenti untuk menulis bahkan memotret. Kecintaan almarhum pada dunia pers dibuktikan dengan banyaknya karya yang sudah dibuat.

“Kami ingin menceritakan kepada generasi sekarang, bahwa di Magelang ada tokoh pers yang jasanya sangat luar biasa dan patut menjadi tauladan bagi mereka,” imbuh Joko.

Ia pun berharap, para wartawan masa kini harus bisa mengambil inspirasi dari para wartawan senior, agar wartawan selalu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara obyektik dan tidak memihak kepada kepentingan tertentu.

“Tahun ini kita masuk tahun politik, kami berharap temen-temen dapat menjaga indepedensinya dan tidak mudah memberitakan hal-hal yang bersifat profokatif. Kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan agar kondusifitas masyarakat terjaga,” harapnya.

Pengelola Pondok Tingal, putri ketiga almarhum Boediharjo, Eny, mengatakan, toleransi harus dijaga dengan baik, agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat selalu terwujud.

“Lihatlah makam disini, ada nisan Islam ada juga yang memakai Salib, hal tersebut memberikan nilai toleransi yang tinggi. Hal tersebut harus dapat selalu diwujudkan,” ajak Eny.

Usai kegiatan nyekar, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Pondok Tingal Borobudur. Kapolres Magelang AKBP Yudianto mengaku sangat bersyukur bisa berkumpul dengan para wartawan. Ia mengakui, peran wartawan sangat strategis terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait dengan ganggaun keamanan.

“Saya berharap kerjasama yang selama ini sudah terjalin bis alebih akrab,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Assisten Administrasi Umum, Endra Endah Wacana bahwa selama ini banyak bantuan yang sudah diberikan oleh para wartawan, terutama dalam menyampaikan informasi penting untuk masyarakat.

“Banyak kebijakan dan kegiatan yang sudah dilaksanakan pemerintah disampaikan wartawan secar obyektif sehingga masyarakat memahaminya,” kata Endra.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here