Pengusaha Wisata Dituntut Baca Peluang

0
148
Pengusaha Wisata Dituntut Cerdas Baca Peluang
PAPARKAN. Kepala Bidang Investasi Destinasi Kementrian Pariwisata, Mugiyanto memberikan materi bagi anggota pokdarwis dan pribadi yang bergerak di sektor usaha pariwisata dalam sosialisasi dan coaching clinic kredit usaha rakyat (KUR) sektor pariwisata, kemarin.

PURWOREJO – Pelaku usaha di bidang pariwisata dituntut untuk jeli dan cerdas membaca peluang usaha wisata. Salah satunya dengan menyusun paket wisata untuk dijual keluar dalam rangka menarik wisatawan untuk datang ke Purworejo.

Hal terssebut diungkapkan Kepala Bidang Investasi Destinasi Kementrian Pariwisata, Mugiyanto dalam sosialisasi dan coaching clinic kredit usaha rakyat (KUR) sektor pariwisata di aula Hotel Sanjaya Inn, kemarin. Kegiatan tersebut diikuti pelaku usaha pariwisata, anggota pokdarwis serta pribadi yang bergerak di sektor parwisata.

“Potensi wisata di Purworejo amat menjanjikan ditilik dari aksesbilitasnya serta jalannya yang sudah bagus,” kata Mugiyanto.

Jika hal ini dibiarkan begitu saja, masyarakat pariwisata Purworejo akan mengalami kerugian. Prospek yang ada bisa diambil oleh pelaku usaha wisata dari daerah lain.

“Makanya disini, peran usaha pariwisata harus bisa memanfaatkannya,” imbuh Mugiyanto.

Menurut Mugiyanto, sesuai dengan Peraturan Kementrian Koordinator Perekonomian No 8 Tahun 2018 tentang Kredit Usaha Rakyat Sektor Pariwisata, menjadi solusi bagi para pelaku usaha pariwisata untuk berkembang. Sebagian besar dari mereka mengalami kendala di dalam masalah permodalan.

“Dalam aturan ini diatur adanya permodalan yang mana KUR itu sangat murah bunganya dan tidak ada agunan. Memang ada persyaratan khusus dimana usahanya harus layak dan dalam tempo 6 bulan sudah bisa berjalan.

Dirinya meyakini, pelaku usaha pariwisata akan bisa menangkap peluang itu. Dimana mereka telah memiliki usaha dan berjalan namun terkendala permodalannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Andang Nugerahatara Sutrisno menilai kegiatan yang diadakan Kementrian Pariwisata itu amat menarik. Kendalam kebutuhan modal yang dialami sebagian besar pelaku usaha pariwisata di Purworejo bisa terjawab.

“Ini menjadi bentuk perhatian Kemenpar dalam pengembangan wisata dan peningkatan kepariwisataan di Purworejo. Apalagi kita masuk satu kawasan BOB (Badan Otorita Borobudur) dan destinasi lain yang mungkin secara tidak langsung berkesinambungan,” kata Andang.

Dirinya akan mendorong pelaku usaha pariwisata untuk semakin berkembang. Dan masalah yang dialami selama ini bisa teratasi sehingga mereka akan lebih fokus lagi dalam peningkatan produksi dalam mendukung pariwisata yang ada di sekitar mereka. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here