PURWOREJO – Hari Jadi ke-188 Kabupaten Purworejo diperingati meriah dalam balutan seni budaya, Rabu (27/2) malam. Pengetan Jumenengan yang diisi sejumlah pagelaran mampu menyedot perhatian masyarakat dan menjadi daya tarik wisata.

Acara diawali dengan Beksan Kidung Cakra dan Beksan Cakra Tunggal di Pendopo Kabupaten. Kemudian dilanjutkan dengan sendratari Sengguh Ora Mingkuh di panggung megah yang didirikan di Monumen 05 Tahoen Merdeka, Jalan Setia Budi depan Pendopo.

Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Agus Bastian SE MM didampingi istri, Fatimah Verena Prihastyari, Wakil Bupati Yuli Hastuti beserta jajaran Forkompimda. Hadir juga antara lain Ketua DPRD Luhur Pambudi Mulyono, Gusti Yudho dari Kraton Yogyakarta, serta perwakilan dari kabupaten se-DIY dan Kedu.

“Harapan dari acara ini, mengingatkan kita pada sejarah dari Kabupaten Purworejo. Mudah-mudahan Kabupaten Purworejo ke depan semakin maju, dan tentunya membawa kesejahteraan bagi seluruh warga masyarakat,” kata Bupati Agus Bastian usai acara.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat Purworejo agar tetap bersemangat membangun Kabupaten Purworejo bersama-sama. Para seniman seniwati juga diharapkan dapat terus berkiprah untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Purworejo.

“Ini merupakan event tahunan kita. Tentu tempatnya tidak harus di sini, di semua sudut kota bisa dilakukan. Itulah kelebihan dari Purworejo yang memiliki semua sudut yang indah dan bagus ketika kita mementaskan kesenian di situ,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo, Agung Wibowo AP menyebut Pengetan Jumenengan ini merupakan pagelaran seni budaya. Sajian tarian Beksan Kidung Cakra merepresentasikan suasana saat pelantikan RAA Tjokronegoro I sebagai bupati pertama Purworejo.

Sementaran Beksan Cakra Tunggal merupakan tari keprajuritan, menggambarkan pasukan dari Kabupaten Purworejo yang siap membela tanah air dan semangat untuk membangun Purworejo.

Adapun sendratari Sengguh Ora Mingkuh yang disutradarai sneiman tari Purworejo Melania Sinaring Putri menceritakan gambaran perjalanan Purworejo dari zaman dahulu hingga sekarang. Pada bagian akhir ditampilkan tarian kebahagiaan masyarakat yang bergembira bersama setelah mengalami perjuangan yang panjang.

“Harapan kita ke depan juga Purworejo pun akan mengalami hal yang sama, bahwa kebahagiaan ke depan ini yang akan kita temukan kemudian hari,” sebutnya.

Agung menjelaskan, Pengetan Jumenengan ini menjadi salah satu kalender event pariwisata untuk mengangkat wisata yang ada di Purworejo. Pihaknya akan berupaya agar atraksi-atraksi wisata dapat dinikmati seluruh warga Purworejo dan wisatawan luar daerah.

“Tahun-tahun sebelumnya acara ini dilaksanakan di dalam halaman Pendopo, tahun ini kita keluarkan supaya seluruh warga masyarakat bisa menikmati, bergembira bersama untuk merayakan Hari Jadi Purworejo yang ke-188,” jelasnya. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here