Penerima PKH Minus 1.600 Keluarga

0
111
Jumlah Penerima Berkurang 1.600 KPM1
SURAT. Para penerima bantuan menunjukkan surat pernyataan mengundurkan diri dari program PKH secara mandiri bersama pendamping mereka.

//Ingin Hapus Ranking Kemiskinan//

WONOSOBO – Tercatat hingga bulan Mei 2019, sebanyak 1.600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Wonosobo telah berhenti mendapatkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan. Dari jumlah itu, sebanyak 345 KPM diantaranya menyatakan mengundurkan diri secara graduasi dari kepesertaan karena merasa sudah mandiri. Mereka menyatakan mampu secara ekonomi sehingga tidak ingin bergantung pada bantuan.

Hal itu disampaikan Koordinator PKH Kabupaten Wonosobo, Yosi Gita Perdana. Dinyatakan KPM yang mengundurkan diri tersebut mengajukan surat pernyataan bermaterai yang diketahui oleh pendamping dan kepala desa.

“Untuk tahap 3 tahun 2019 KPM Wonosobo ada yang sudah dinyatakan non eligible atau sudah dinyatakan keluar dari program PKH. Dari jumlah 1600 itu, 345 keluarga melakukan graduasi mandiri karena merasa tidak bergantung lagi pada bantuan. Sedangkan sisanya keluar secara alamiah karena memang tidak memenuhi syarat,” ungkap Yosi kemarin.

Untuk graduasi mandiri itu mereka melakukan pengajuan surat keterangan keluar dari program PKH dan ditandatangani di atas materai diketahui kades dan pendamping PKH wilayahnya. Menurut Yosi, adanya graduasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pendampingan dinilai berhasil.

“Mereka (KPM) ini, sadar sudah bisa mandiri dan mampu keluar dari kriteria penerima program dan pemahaman yang diberikan berhasil disampaikan. Kami bersyukur, artinya pendamping PKH berhasil melakukan pendampingan dan pemberdayaan pada Keluarga Miskin Penerima Manfaat dengan merubah pola pikir melalui kegiatan Family Development Session (FDS) maupun P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga),” jelas Yosi lebih lanjut.

Dalam dua jenis kegiatan tersebut pendamping menyampaikan materi pertemuan salah satunya tentang pengelolaan keuangan dan bagaimana cara memulai usaha. Selain itu motivasi dari Pendamping PKH juga sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri keluarga miskin untuk beranjak menjadi keluarga sejahtera.

Yosi optimis bahwa PKH turut andil dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo. Yakni dengan semakin banyaknya penerima bantuan sosial yang keluar dari kepesertaan PKH maka setidaknya dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo yang masih teratas se-Jateng.

“Salah satu contohnya ibu Suminah dari Kecamatan Sukoharjo yang telah memulai usaha meski berawal dari menjual gorengan dan sosis dengan ala kadarnya didepan rumahnya, kini Ia sudah membuka warung kelontongan,” ungkap Yosi. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here