Pelaku Miliki Riwayat Sakit Jiwa

0
59
Pelaku Miliki Riwayat Sakit Jiwa
BARANG BUKTI. Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan menunjukan barang bukti yang berhasil disita oleh polisi dalam kasus perusakan makam saat konfrensi pres, Sabtu (5/1)

Merusak 23 Batu Nisan di 4 TPU

MAGELANG TENGAH-Polres Magelang Kota berhasil mengamankan seorang pria beinsial FKB, yang diduga sebagai pelaku perusakan sejumlah makam di Kota Magelang. FKB (25), warga Karang Kidul RT 01/RW 07 Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang diketahui mengalami gangguan kejiwaan

“Tersangka mempunyai riwayat sakit jiwa,  pernah berobat di Rumah Sakit Jiwa dr Soerojo Magelang  3 kali pada tahun 2017. Menurut keterangan dari Ketua RT,  pelaku mempunyai penyakit gangguan jiwa. Saat menjalani pengobatan alternatif di Kulonprogo, pelaku tiba-tiba pulang dan melakukan perusakan makam,” kata Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan SIK MSi, dalam konferensi pers yang diadakan di Mako Polres Magelang Kota, Sabtu (5/1).

Saat akan diamankan petugas, lanjut Kapolres,  pelaku sangat kooperatif dengan tidak melakukan perlawanan. Saat dilihat wajahnya pun pelaku selalu mengelak. Bahkan foto yang menempel diidentitas pribadinya selalu dipotong. “Saat akan mengambil gambarnya, kami sangat kesulitan karena pelaku selalu memalingkan wajahnya. Sementara saat ditanya pelaku lebih banyak diam, yang membuat agak sulit memperoleh keterangan. Saat dilakukan pengledahan didapatkan dokumen berupa ijazah dan KTP tidak ada fotonya,” ujarnya.

Saat melakukan aksi, pelaku tidak ada yang membantu (sendirian). Diawali dengan merusak sejumlah nisan di TPU Giriloyo Kota Magelang, kemudian TPU Kiringan, Malangan dan TPU Candi Nambangan. Saat beraksi di TPU Candi Nambangan Jumat (4/1) malam, warga curiga dengan gerak-gerik tersangka. Warga pun menegur pelaku, kemudian melaporkan ke pihak polisi dan dilakukan pengamanan. “Saat ditanya, pelaku mengungkapkan aksinya merusak makam telah direncanakan dengan membawa alat sejenis palu, tersangka berjalan kaki hingga ke lokasi kejadian. Kemudian tersangka mencari nisan berbentuk salib kemudian merusaknya. Ada 3 saksi yang kami mintai keterangan salah satunya adalah ahli waris,” tambah Kristianto.

Dari keterangan tersangka dan saksi, tercatat 23 batu nisan yang telah dirusak. Akibat perbutannya, tersangka terancam tindak pidana perusakan seperti diatur dalam pasal 406 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan dan atau perusakan kuburan atau merusak suatu tanda yang didirikan di  atas kuburan sebagaimana simaksud pasal 179 KUHP dengan ancaman pidana selama lamanya 1 tahun 4 bulan. Mengingat kondisi pelaku yang memiliki gangguan jiwa, akan diserahkan kepada proses hukum selanjutnya. “Yang berhak memutus apakah pelaku akan terkena pidana kurungan adalah pihak pengadilan,” papar Kapolres.

Polisi menyita barang bukti berupa 1 palu besi, 1 rangkaian besi ukuran 5mm bekas nisan yang telah rusak, 3 biji besi ukuran 6 mm dan beberapa pecahan batu nisan di 4 lokasi kejadian.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Waluyo FKB punya kepribadian yang bagus dan pandai bersosial di masyarakat. Bahkan, Waluyo mengaku sering menjumpai FKB berada di masjid. ”Sebenarnya kita masyarakat di sini kasihan melihat anak itu karena berkali-kali mendapatkan masalah di keluarga. Setahu saya, dia (pelaku) baru saja diputusin sama pacarnya,” katanya.

FKB dikenal anak yang tidak neko-neko dan rajin beribadah. Cuma sekitar dua tahun belakangan ini kelihatan beda dengan sebelumnnya.

Waluyo tidak menyangka jika pelaku pengerusakan sejumlah makam yang sempat menggegerkan seantro Magelang itu dilakukan oleh FKB, tetangganya sendiri. Apalagi FKB, kata Waluyo, kepribadiannya sangat bagus. Dia dinilai aktif memperhatikan lingkungan, terutama masalah kebersihan.”Saya sering melihat dia jalan, kalau ada sampah dia buang ke tempat sampah. Semua sampah, termasuk puntung rokok juga dia ambil, lalu ditaruh di tempat sampah,” paparnya.

Sebagai orang yang dituakan di Kampung Karangkidul, Waluyo berharap kepolisian tetap bersikap profesional menangani kasus pengerusakan makam ini. Dia juga meminta agar penanganan kasus memperhatikan hak-hak dari yang bersangkutan.

”Terus terang saya merasa prihatin dengan kejadian ini. Apalagi yang melakukannya diduga adalah orang yang punya kelainan dalam tanda kutip. Saya harap kepolisian bisa objektif dan tetap memperhatikan hak-hak dari tersangka pengerusakan makam ini,” ucapnya. (hen/wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here