Pameran Lukisan BoroGusDur Digelar

0
42
Pameran Lukisan BoroGusDur Digelar
PAMERAN. Bupati Purworejo didampingi pelukis Bramantyo Ast saat melihat pameran usai pembukaan secara resmi.

//Petik Nilai-nilai Warisan Gus Dur//

PURWOREJO – Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan DPD KNPI Kabupaten Purworejo menggelar pameran lukisan bertajuk BoroGusDur di Gedung DPD KNPI. Sebanyak 9 lukisan yang dipamerkan dalam rangka memperingati Haul Gus Dur yang ke-9 tersebut merupakan karya seniman, Bramantyo Astadi.

Dalam pembukaan yang dilakukan oleh Bupati Agus Bastian SE MM, akhir pekan lalu ditampilkan sebuah pertunjukan musik kolaborasi antar pemuda lintas agama yakni, pemuda Islam, Katholik dan Kristiani.

Tampak dalam pertunjukan tersebut, paduan suara dari Orang Muda Katholik (OMK) menyanyikan lagi Ilir-ilir dan Serngenge nyunar dan diiringi dengan rebana serta gitar dan keyboard dari pemuda Islam dan Nasrani.

Pembukaan tersebut sekaligus untuk meresmikan kantor DPD KNPI Kabupaten Purworejo.

Bupati Agus Bastian dalam sambutannya mengaku sangat tersentuh hatinya menyaksikan potret kerukunan dan sebuah pertunjukan yang baru pertama kali ditemuinya di Purworejo selama beliau menjabat.

“Itu tadi merupakan karya yang luar biasa. Tentu ini menjadi energi yang sangat positif bagi kita semua dalam rangka membangun kerukunan di Kabupaten Purworejo agar semakin kokoh,” katanya.

Sementara itu, Koodinator Jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo, Muhammad Hidayatullah mengatakan, tema BoroGusdur yang diambil sebagai upaya untuk memetik dan menyegarkan kembali nilai-nilai yang diwariskan oleh Gus Dur.

“Boro itu artinya pergi atau mengembara. Jadi kami ingin belajar dari Gus Dur selama pengembaraan beliau sebagai aktivis kemanusiaan, agama, budaya, politik dan lain sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, tema tersebut sekaligus untuk merespon kondisi tanah air yang saat ini cukup memperihatinkan. Terlebih memasuki tahun politik ini, persoalan SARA, hoax serta ujaran kebencian menjadi sesuatu yang mudah sekali dijumpai.

“Jika tidak berhati-hati, kita akan terperosok dalam perang saudara hingga darah tertumpah sia-sia. Ini yang mencoba untuk kita lawan dengan kembali mengaktualisasikan nila-nilai Gus Dur ke tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Bramantyo Astadi, sang pelukis menambahkan, lukisan berjudul BoroGusDur menjadi ikon dalam pameran tunggalnya tahun ini. Menurutnya, jika Borobudur ada keajaiban dunia ke tujuh, maka Gus Dur adalah keajaiban dunia yang ke delapan.

“Gus Dur saat ini adalah ikon perdamaian dan toleransi. Sehingga warisan pemikiran, gagasan maupun perilaku Gus Dur harus senantiasa dihidupkan sebagai pegangan bagi generasi penerus bangsa,” katanya. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here