Ndruw Neverend, Youtuber Kota Magelang yang Punya 107 RIbu Pelanggan

    0
    137

    Pendapatan Lebih Menjanjikan, Banting Setir Jadi Youtuber

    Sekarang ini, hampir semua kalangan mulai menggunakan Youtube untuk menghasilkan rupiah. Isinya tentu konten kreatif yang bisa mengundang orang untuk menontonnya. Pendapatan mereka datang melalui berbagai penjuru, baik dari AdSense, kemitraan dengan brand, hingga membuat merchandise untuk para penggemar. Tak ayal, Youtuber, sebutan untuk pengunggah konten Youtube ini, kini menjelma menjadi orang kaya baru (OKB). Seperti apa?

    WIWID ARIF, Magelang

    Indra Kurniawan (38) bukanlah gambaran seorang pengangguran apalagi pemelihara tuyul yang bisa hidup tenang dengan pekerjaan yang tak terlalu berat. Dia menjadi gambaran kehidupan pelaku industri kreatif yang saat ini tengah naik daun. Bisa dikatakan ia adalah seorang Youtuber dan Selebgram yang sama-sama masuk kategori influencer media sosial.

    Memang tak banyak yang mengenal Indra. Sebab, ia justru populer dengan nama Youtuber-nya yakni Ndruw Neverend. Publik Magelang terutama, mungkin tak asing dengan channel Youtube yang satu ini.

    Siapa sangka jika menjadi Youtuber adalah mata pencaharian satu-satunya bagi Ndruw kini. Bahkan, ia rela memutus hubungan dengan pekerjaannya semula demi sebuah bisnis di dunia maya itu.

    Pria kelahiran Magelang, 7 September 1980 ini tidak langsung memeroleh ketenaran. Meskipun dibanding pengguna internet lainnya, ia telah mengenal Youtube lebih awal, yakni pada tahun 2011 silam.

    “Saya kenal Youtube sekitar 2011 lalu. Sempat buat akun sendiri dan iseng unggah satu video. Kan cuma iseng, jadi nggak begitu peduli, mau itu ditonton berapa orang, komentar dan respons netizen seperti apa waktu itu,” kata Ndruw, kepada wartawan, kemarin (8/2).

    Kala itu ia sama sekali tidak mengerti jika Youtube sebenarnya bisa menjadi lumbung penghasilan. Ndruw pun butuh waktu lima tahun hingga akhirnya ada banyak yang merespons beberapa karyanya.

    “Saya sempat vakum setelah mengunggah satu video itu. Paling-paling cuma buka Youtube, sudah. Lalu saya terlintas untuk membuat cover lagu berjudul Closer karya Chainsmoker dengan mengubah syairnya berbahasa Jawa, karena hobi saya terhadap musik,” ujarnya.

    Ndruw memang dikenal lewat karya kreatifnya yang banyak meng-cover lagu hits dengan gubahan syair berbahasa Jawa. Pria yang tinggal di Kampung Pinggirejo, Kelurahan Wates, Magelang Utara ini mengaku jika pada awal ia mengunggah video cover bahasa Jawa itu tak langsung ramai jadi perbincangan di dunia maya.

    “Awalnya memang respons dari netizen biasa saja. Sampai saat itu juga, saya pun belum punya pikiran kalau Youtube bisa dijadikan ladang pemasukan,” paparnya.

    Semakin lama, ternyata cover lagu Barat dengan bahasa Jawa ini kian mendapat tanggapan. Dari situ dia mulai dikenal dan terus membuat karya lagi hingga akhirnya meledak saat mengcover lagu berjudul Aku Cah Kerjo dengan viewer mencapai 5,6 juta.

    Pria berambut gondrong ini pun makin ketagihan mengisi konten-konten kreatif hingga akhirnya mendapat 107.056 pelanggan atau subscriber. Meskipun di saat itu ia tengah disibukkan dengan pekerjaan utamanya sebagai tenaga IT di lembaga PNPM.

    Ketika aktivitasnya sebagai Youtuber makin dikenal, ia pun memutuskan keluar dari pekerjaan utamanya dan berniat menjadikan Youtube sebagai ladang usaha utamanya. Tak heran, kemudian ia pun banyak diundang berbagai acara televisi nasional, sehingga semakin populer di publik tanah air.

    “Awal tertarik pada Youtube karena memang saya suka dunia musik. Dulu sempat bermain band, tapi tidak lama. Akhirnya bermain musik sendiri dan menemukan wadah media sosial berbasis video itu. Sekarang karya saya sudah hampir 40-an video yang mayoritas musik,” ujarnya.

    Meski dari sisi ekonomi menjanjikan, Ndruw menyadari kalau dunianya saat ini penuh dengan tantangan. Selain persaingan yang ketat antar para Youtuber, juga dituntut membuat konten-konten yang makin kreatif agar tidak monoton.

    “Saya berpikir untuk membuat konten-konten kreatif lainnya selain musik. Misalnya mengulik pariwisata di Magelang, mengenal lebih dekat pejabat, dan lain sebagainya. Untuk bisa seperti itu, tentu saya tidak sendiri, karena ada kawan-kawan yang selalu setia membantu,” pungkasnya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here