Musim Hujan, DBD Mudah Menyerang

0
64

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dan mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya saat musim hujan seperti ini penyakit DBD ini sangat mudah menyerang.

Kasi Penanggulangan Wabah dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sri Hartati mengatakan, saat musim penghujan seperti ini perkembangan nyamuk aedes aegypti sangat mungkin, apalagi jika ada saluran air yang tidak lancar.

“Kami ingatkan warga untuk waspada nyamuk aides aegypty. Serangan ini dapat mengakibatkan kematian,” katanya.

Dari awal tahun hingga pertengahan Januari, terdapat 12 kasus DBD di Kabupaten Temanggung. Sejauh ini tidak ada laporan hingga meninggal dunia. Warga yang terserang mendapat pengobatan dan perawatan intensif di rumah sakit dan berhasil sembuh, namun sejumlah penderita masih dalam perawatan.

“Tahun ini tercatat hanya ada 12 kasus dan tidak ada warga yang meninggal akibat penyakit ini,” katanya.

Dikatakan daerah yang mendapat serangan DBD di antaranya Kelurahan Temanggung II, Kowangan, Jampirejo, Munseng dan Lungge. Selain itu di Kedu, Kranggan, Gemawang dan Ngadirejo. Lingkungan temuan DBD, kini dalam pengawasan Dinkes Temanggung terutama daerah yang dinilai masih potensial muncul kembali DBD.

“Daerah itu termasuk yang terdapat demam degue (DD), gejala DD sama,” katanya.

Dia menyampaikan Dinkes Temanggung mengutamakan 3 M dalam pemberantasan nyamuk aedes aegypty. Langkah tersebut dinilai lebih baik dibanding pengasapan yang jika tidak tertangani dengan baik menyebabkan kekebalan pada nyamuk, selain memang tidak dapat membunuh telur nyamuk.

“Kami minta warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, jangan sampai ada DBD, yang biasanya marak di musim hujan,” katanya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya masyarakat diminta untuk melakukan langkah-langkah preventif seperti menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri, dan pola makan.

“Kami juga mengimbau kepada eksodan atau orang dari luar daerah, atau perantauan untuk segera melakukan cek kesehatan. Untuk mencegah diare harus menjaga kebersihan makanan, dan jangan lupa untuk selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan,”imbuhnya.

Ia menjelaskan, khusus di Temanggung ini pasca panen tembakau masyarakat haras lebih ekstra waspada pula menjaga kebersihan. Sedangkan untuk mencegah demam berdarah, Sukamsih menyarankan untuk melakukan gerakan 3 M, yakni Menutup, Menguras, Menimbun, dan melakukan abatesasi serta fogging.

Menutup dimaksud adalah gerakan menutup rapat tempat penampungan air. Menguras berarti secara rutin mengganti tempat-tempat air misalnya vas bunga, atau bak mandi. Kemudian menimbun kaleng atau wadah kosong kedalam tanah. Semua itu, kata dia jika didiamkan berpotensi terjadi pertumbihan nyamuk aedes aegypty penyebab DBD.

Menurutnya, penyakit yang sering menyerang tubuh di musim pancaroba atau musim peralihan adalah flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas atau infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis.

“Ketiga penyakit itu, harus diwaspadai oleh masyarkat karena berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB),”jelasnya.

Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim pancaroba disebabkan juga banyaknya bakteri atau virus yang mencemari lingkungan sekitar kita ditambah menurunnya daya tahan atau stamina kita pada musim peralihan ini.

Oleh karena itu dia mengimbau, masyarakat untuk mengantisipasi sejak dini agar tak terjangkit penyakit. Ketiga penyakit itu memang sering muncul bersamaan datangnya musim penghujan. Maka mulai sekarang hendaknya masyarakat membentengi diri dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat harus membiasakan diri dengan pola hidup sehat, apalagi selama pancaroba ini berlangsung,”imbaunya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here