Mencuri dan Menculik, Empat Tersangka Dibekuk

0
99
Lakukan Pencurian Dan Penculikan, Empat Tersangka Dibekuk
UNGKAP KASUS. Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Heriyanto didampingi Kabag ops Polres Wonosobo Kompol Sutomo menunjukkan bukti kejahatan kemarin.

Mengacam Pakai Senjata

WONOSOBO– Satuan Reskrim Polres Wonosobo membekuk empat tersangka pelaku pencurian dan penculikan. Korban kejahatan tersebut, berinisial SK (35) warga Bumi Godean RT 05/RW 04, Desa Wonolelo Kecamatan Wonosobo. Selain menangkap empat tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukit kejahatan.

Empat pelaku tindak pencurian dan penculikan tersebut diantaranya FT (17) warga Dusun Kajen RT 02 RW 05 Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, R (17) warga Wonosobo, MRS (20), warga Dusun Wonobungkah RT 04 RW 07 Desa Jlamprang Kecamatan Wonosobo dan AHS (31), warga Dusun Keseneng RT 05 RW 02 Desa Sinduagung Kecamatan Selomerto.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Heriyanto mengemukakan, kasus pencurian juga upaya penculikan tersebut melibatkan sejumlah remaja berusia 17 tahun. Keempat tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukit

“Mereka kami bekuk atas dugaan penculikan dan pencurian terhadap seorang perempuan dari Bumi Godean RT 05 RW 04 Desa Wonolelo Kecamatan Wonosobo pada Jumat (28/12),” ungkapnya didampingi Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Wonosobo Kompol Sutomo kepada awak media saat menggelar Ungkap Kasus di Mapolres Wonosobo, Rabu (9/1) sore.

Menurut dia, kronologi kejadian, pada Jumat (28/12) diawali dengan beredar video penculikan seorang perempuan. Kemudian oleh anggota Resmob Polres Wonosobo dilakukan penyelidikan. Hasilnya satu orang pelaku atas nama FT berhasil ditangkap, ketika hendak mengambil barang-barang korban di rumah korban di Godean Dusun Wonolelo. Dari keterangan pelaku kemudian berhasil dilakukan penangkapan terhadap pelaku lainnya.

Dikatakan, dari keterangan korban, kejadian bermula ketika korban berada di dalam rumahnya. Kemudian pintu garasi di gedor-gedor empat orang laki-laki dan satu orang perempuan. Setelah dipersilahkan masuk, salah satu pelaku menanyakan keberadaan suami korban, lalu dijawab tidak ada. Kemudian salah satu pelaku langsung memecah kaca lemari dan diikuti oleh salah satu pelaku lainnya.

Tak hanya itu, keempat laki-laki tersebut marah-marah hingga akhirnya banyak tetangga rumah yang pada datang kemudian keempat pelaku memaksa korban untuk ikut pelaku dan korban dipaksa masuk ke dalam mobil.

“Pada saat itu para pelaku juga mengambil barang-barang milik korban. Setelah berada di dalam mobil, kemudian salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menakut-nakuti korban, bahkan mengancam akan menembak korban,” terangnya

Pelaku juga mengatakan jika suaminya tidak ada, maka korban akan dimasukkan karung, diseret dan dilempar ke jembatan. Namun, kondisi itu tak terjadi lantaran datang petugas kepolisian yang memburu para pelaku dan menangkap mereka.

“Para pelaku ini diduga merupakan teman bisnis dari suami korban, mereka kecewa tidak berhasil menemui orang yang dinginkan. Kemudian menjadikan korban sebagai sasaran tindak kejahatan, bahkan dari hasil penggeledehan terhadap tersangka ditemua senjata api FN dan satu buah air softgun,” katanya.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisan diantaranya satu buah senjata api jenis Fn merk Browning Hi Power Automatic, Kaliber 9 Mm buatan Berlia, beserta satu buah Magazin yang berisi dua buah amunisi.
Satu buah Softgun, satu unit mobil Toyota Fortuner Nomor Polisi B 1660 ZJA, satu potong jaket kulit jeans warna biru harware, satu set audio speker merk dazuma, dan satu jam tangan warna kuning merk Xergy.

“Atas kasus tersebut, para pelaku akan dijerat dengan pasal 328 KUHP dengan ancaman pidana penjara 12 tahun penjara dan pasal 363 Ayat (1) ke 4 KUHP diancam pidana penjara sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here