Lesus ‘Obok-obok’ Desa Bateh, Genting 45 Rumah Berterbangan

0
545
Lesus ‘Obok-obok’ Desa Bateh
GOTONG ROYONG. Warga bersama aparat gotong royong bersama membetulkan bangunan dan lingkungan yang rusak pasca cuaca buruk.

CANDIMULYO – Angin puting beliung atau lesus yang melanda wilayah Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo membuat warga setempat harus bekerja ektra untuk memulihkan keadaan pascaterjadinya bencana alam, Rabu (13/3).

Bencana pada sore hari ini melanda empat dusun di desa tersebut, yaitu Dusun Wora-Wari, Dusun Nglampu, dan Dusun Ngaglik. Dampaknya, tujuh rumah tertimpa pohon dan genting 45 rumah warga berterbangan terbawa angin.

Bukan hanya itu, puluhan pohon juga menimpa jaringan listrik yang menyebabkan Desa Bateh mati lampu total. Jalan penghubung antar dusun juga terhalang oleh material pohon roboh, sehingga akses dari dusun ke dusun sempat terhambat.

Kerugian materiil yang dialami saat ini berupa tujuh rumah yang timbun pohon dengan kerugian Rp 80 juta.

Atas kejadian tersebut, Koramil-10/Candimulyo bersama BPBD, pemerintah desa, relawan serta warga setempat bahu membahu membersihkan material yang menggangu jalan maupun membenahi rumah warga yang terkena dari dampak angin puting beliung tersebut.

Babinsa Desa Bateh Koptu Ariswanto bekerjasama dengan BPBPD, Relawan Korca, Banser serta dibantu warga masyarakat binaanya mengajak untuk mendukung serta membantu tetangganya yang sedang terkena musibah saat ini.

”Karena tradisi gotong royong merupakan ciri dan sekaligus akar budaya masyarakat Indonesia yang tidak bisa kita hilangkan begitu saja. Apalagi hidup bertetangga dan bermasyarakat di pedesaan, gotong royong merupakan ciri yang sangat khas bagi kehidupan warganya yang harus kita lestarikan,” terang Aris.

Babinsa juga menghimbau kepada warga binaanya agar tetap waspada terhadap perkembangan cuaca yang tidak menentu seperti ini agar tidak terjadi korban baik materiil maupun personil.

Kepala Desa Bateh, Suis mengatakan, wilayah desanya yang terkena bencana angin puting beliung kali ini murni disebabkan oleh alam. Suis mengajak kepada warganya untuk tetap waspada terhadap kejadian yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali di wilayahnya.

Suis juga menghimbau kepada masyarakatnya yang kebetulan tempat tinggalnya berada di bawah pohon besar untuk sentiasa berhati-hati dan pandai membaca situasi manakala terjadi hal yang serupa.

“Namun janganlah panik apabila itu terjadi, karena cuaca yang tidak menentu seperti saat ini membuat kita harus extra waspada,” himbau Suis.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here