Kopi Kaligesing Dilirik Mancanegara

0
138
Kopi Kaligesing Kian Dilirik Mancanegara
CICIPI. Sejumlah delegasi dari negara Hungaria mencicipi Kopi Seplawan bersama Bupati Purworejo di Pendopo Kabupaten, kemarin.

PURWOREJO– Komoditas kopi asal Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo kian dilirik konsumen mancanegara. Desa-desa di wilayah dataran tinggi itu pun bergeliat mengembangkan kopi dan menjadikannya produk unggulan.

Pengembangan pengolahan kopi dipelopori oleh Desa Donorejo. Saat ini, sejumlah desa lain sudah mulai juga melakukan pengembangan kopi, seperti Desa Kedunggubah, Tawangsari, Pucungroto, Somongari, Ngaran, dan Hulosobo. Bahkan, sudah ada desa yang melaksanakan pelatihan pengolahan kopi pasca panen dengan narasumber Sugiharto, perintis sekaligus pelaku UMKM kopi yang berasal Desa Donorejo.

Sugiharto, saat dikonfirmasi dalam penerimaan kunjungan tamu dari Hungaria di Pendopo Kabupaten Purworejo menyatakan bahwa kualitas kopi kaligesing kian diakui oleh masyarakat luas. Disebutkan, kopi berlabel Kopi Seplawan miliknya kini sudah menjangkau sebagian kota besar di Indonesia serta mancanegara.

“Untuk ekspor kita sudah rutin ke Australia dengan kuantitas 50 Kg per bulan atau sekali kirim. Tahun ini kita  mengarah ke Mexico dan Rusia. Kita sudah kirim sampel,” katanya, Selasa (29/1).

Kopi jenis Robusta menjadi andalan dan paling tinggi permintaannya. Menurut Sugiharto, Kopi Seplawan dengan pola tanam organic memiliki citarasa unik dengan kafein yang kuat.

Disebutkan, ada sekitar 12 desa di Kecamatan Kaligesing yang punya potensi kopi. Berdasarkan hasil survei bersama camat beberapa waktu lalu diketahui Kaligesing dapat menghasilkan sekitar 50-60 ton per tahun.

“Stok cukup melimpah. Di Donorejo saja, 1 kelompok petani bisa menghasilkan sekitar 12 ton per tahun dan kalau dimaksimalkan 1 desa bisa 20 ton setahun,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Kaligesing, Bagas Adi Karyanto membenarkan bahwa sejumlah desa sudah mulai kembali mengembangkan kopi, baik berupa penanaman bibit kopi maupun pelatihan pengolahan pasca panen. Pemerintah Kecamatan memberi dukungan serta dorongan kepada desa-desa yang melakukan pengembangan kopi tersebut.

“Ini menjadi salah satu upaya mewujudkan satu lagi produk unggulan dari Kaligesing, selain durian, manggis, dan kambing kaligesing,” ungkapnya. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here