Kompak Bagikan Insentif Guru Ngaji 

0
327
Kompak Bagikan Insentif Guru Ngaji 
BERSALAMAN. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersalaman dengan para guru ngaji di Kabupaten Purworejo Sabtu (6/4).

//Ganjar di Purworejo, Yasin di Magelang//

PURWOREJO – Pemprov Jawa Tengah membuktikan janjinya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru ngaji yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Dalam waktu bersamaan, Sabtu (6/4), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengumpulkan seribu guru ngaji di Kabupaten Purworejo, sedang Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengumpulkan guru ngaji di Kabupaten/Kota Magelang. Dalam kesempatan tersebut, sekaligus dibagikan uang insentif guru ngaji secara simbolis.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengatakan persebaran hoaks telah menyasar segala lapisan masyarakat, tidak terkecuali di kalangan para santri. Untuk itu Ganjar mengajak seribu guru ngaji Purworejo untuk melakukan pengawalan agar para santri tidak turut menyebar atau jadi korban hoaks. “Sebenarnya seribu guru ngaji ini mampu untuk mengurangi dan memagari tindakan-tindakan hoaks yang membikin kebencian dan membikin kemarahan. Kalau orang habis ngaji hatinya seneng mendapatkan pencerahan berarti ngajinya bener. Tapi kalau habis ngaji kok emosi, hanya pengen perang dan marah-marah, patut dipertanyakan itu,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, guru ngaji lah yang harus jadi tameng kuat agar memberi penjelasan pada santri. Sehingga kalau ini bisa berjalan, kata Ganjar, kehidupan bermasyarakat lebih tenang, anak lebih berkarakter, orang lebih hati-hati dan anak-anak bisa berkembang dengan sangat waras. Harapannya dengan pemberian insentif itu, guru ngaji akan lebih meningkatkan kualitas dirinya.  “Tapi guru ngaji tadi sudah punya penangkal dengan argumentasi yang sangat fasih, kalau kamu ragu dan itu tidak benar, jangan disebar. Stop jangan disebar,” katanya.

“Agar anak kita cerdasnya itu komplit, bukan sekadar cerdas intelektual tapi emosional,” lanjutnya.

Dalam pertemuan di Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo itu, Ganjar juga menyerahkan insentif untuk ustadz dan ustadzah se Kabupaten Purworejo.  Pemberian insentif ini merupakan perwujudan janji kampanye Ganjar Pranowo dan Taj Yasin ketika memenangi Pemilihan Gubernur Jateng 2019.

Sebelumnya, pemberian insentif telah dilakukan di Kabupaten Pati kepada 5.00 guru ngaji, guru madrasah diniyah, dan pondok pesantren. Total insentif pada APBD 2019 senilai Rp 205 miliar yang diperuntukkan 171.131 orang. “Guru ngaji itu perlu perhatian. Kalau semua wilayah bisa memberikan seperti ini mudah-mudahan guru ngaji akan merasa lebih terhormat,” kata Ganjar.

Basuki Rahmat, guru ngaji dari Winong Purworejo membenarkan pernyataan Ganjar. Ia mengaku sering mendapatkan aduan santri tentang makna dan cara menangkal hoaks. “Santri kami ada yang beranjak SMA, mulai kritis dan menanyakan, hoaks itu apa, pak?” Kata Basuki.

Sementara itu, sebanyak 2.415 guru ngaji dari kota dan kabupaten Magelang menerima insentif dari Pemprov Jateng. Masing-masing Rp1,2 juta melalui rekening Bank Jateng Syariah.

Didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thulab KH Ahmad Said Asrori, Kakanwil Kemenag Jateng Farhani, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyerahkan secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepada 10 perwakilan guru ngaji dari Kabupaten dan Kota Magelang. Juga diserahkan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan PP Raudhatut Thulab dari Baznas Jateng. “Saya ingin pesantren di Jateng mengembangkan ekonomi berbasis pesantren. Bikin kripik tidak apa-apa. Tetapi kemasan dibuat menarik dan rasanya yang enam. Ijin gratis kita fasilitasi,” kata Gus Yasin saat Silaturahim Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dengan ustad dan ustadzah se-Kota dan Kabupaten Magelang di Pondok Pesantren Raudhatut Thulab Tempuran Magelang, Sabtu (5/4/2019) pagi.

Gus Yasin juga menjanjikan, pada 020, Pemprov Jateng akan memberikan BOSDA, untuk lembaga pendidikan negeri maupun swasta.

Dikatakan pula, pemilihan Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota tinggal 11 hari lagi. Gus Yasin, sapaan akrab politisi PPP itu pun mengajak ribuan guru madin, TPQ, ustad, ustadzah dan santri di Kabupaten Magelang dan Kota Magelang untuk menjaga amarah dan emosinya jika berbeda pandangan atau pilihan dengan orang lain. Pemilu tinggal beberapa hari lagi. Tahan emosi, tahan kemarahan. Mari kita teladani kisah Nabi Muhammad Saw saat menghadapi kaum Quraisy bersama Sayyidina Ali. Apa yang dilakukan Rasulullah, dengan menghormati dan menyayangi, juga harus kita lakukan,” katanya.

Gus Yasin juga menegaskan kepada mereka untuk saling menyayangi, berangkulan demi terwujudnya baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur. Sehingga, kerukunan semakin terjaga. Hidup berbangsa dan bernegara pun menjadi nyaman dan indah.

Salah satu penerima insentif, Masykur (63) guru ngaji dari Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, mengakui, selain baru kali ini pemprov dibawah kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Gus Yasin memberi perhatian kepada ustad dan ustadzah TPQ, pemprov saat ini lebih peduli dan tidak ngapusi, seperti pada janji yang disampaikan saat kampanye. Mengajar di TPQ itu bentuk keikhlasan, kami tidak pernah nggresulo. Tentunya, selain berterimakasih, semoga pemimpin kita di Jateng makin amanah, jujur lan tetep mboten korupsi, mboten ngapusi,” ujarnya. (oko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here