Kebun Bibit Diusulkan Tarik Retribusi

0
202
Kebun Bibit Diusulkan Tarik Retribusi
ESTETIS.Taman Kebun Bibit setelah ditata ulang semakin membuat kesan menarik dan menjadi lokasi baru bagi warga yang ingin berfoto.

MAGELANG TENGAH – Selama beberapa tahun terkahir, tingkat kunjungan wisata ke Kebun Bibit Senopati, Kota Magelang terus meningkat. Minat masyarakat untuk berwisata ke taman baru itu tidak lepas dari upaya pembenahan dan pembangunan serta sarana prasarana yang memadai.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Ery Widyosaptoko, kemarin. Bahkan, dia mengusulkan agar ke depan, Taman Kebun Bibit Senopati dibentuk sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT), seperti di Gunung Tidar.

”Sekarang di Kebun Bibit hampir setiap hari dikunjungi ratusan orang. Dibanding sebelumnya, minat pengunjung ke Kebun Bibit terus naik,” katanya.

Eri mengatakan bahwa hingga kini masyarakat bisa memanfaatkan wisata kebun Bibit secara gratis. Pengunjung tidak ditarik tiket untuk berada di taman dengan koleksi lebih dari 500 tanaman itu. Namun, dalam waktu mendatang, dia merasa perlu adanya penarikan retribusi.

”Bukan hanya untuk pendapatan, tapi retribusi itu penting untuk pemeliharaan,” jelasnya.

Umumnya pengunjung Kebun Bibit Senopati yang terletak di Jalan Senopati, Magelang Tengah, adalah masyarakat yang ingin berfoto ria. Tak terkecuali pengunjung dari luar Magelang, bahkan beberapa pengunjung dari luar Jawa Tengah sengaja datang ke tempat itu. Ornamen unik seperti becak dan sepeda yang dibalut dengan tanaman berbunga semakin membuat kesan indah di Kebun Bibit Senopati.

”Masalah retribusi, sedang diusulkan. Saya kira kalau disetujui juga tidak terlalu mahal. Hanya sebagai dukungan saja untuk pemeliharaan lokasi,” ucapnya.

Ia menyebutkan pada tahun 2018 lalu, tingkat kunjungan ke Kebun Bibit Senopati diperkirakan mencapai 100 orang per harinya saat akhir pekan. Pada tahun ini ia memperkirakan jumlah pengunjung akan bertambah. Terlebih dengan penataan ulang dan penambahan estetika taman, sehingga akan memanjakan para pengunjung yang hobi berswafoto.

”Taman ini dibuat tidak hanya untuk berfoto saja, tapi juga untuk edukasi, karena koleksi tanaman yang dijual di Kebun Bibit juga sangat banyak. Selain pengunjung umum, dari sekolah-sekolah pun sering datang  ke sana,” paparnya.

Eri sendiri mengaku belum bisa memastikan kapan retribusi akan diterapkan. Namun, ia berharap agar jumlahnya tidak terlalu besar, sehingga kunjungan ke Kebun Bibit tetap tinggi, meski ditarik biaya masuk. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here