Kabupaten Magelang Bakal Menjadi Sentra Agribisnis Kopi Nasional

0
108
Kabupaten Magelang Bakal Menjadi Sentra Agribisnis Kopi Nasional
Kabupaten Magelang Bakal Menjadi Sentra Agribisnis Kopi Nasional WINDUSARI - Gerakan Penanaman Tanaman Kopi dilaksanakan di Desa Dampit Kecamatan Windusari, Sabtu (15/12). Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP berkeinginan Kabupaten Magelang kedepan bisa menjadi sentra agribisnis komoditas kopi nasional, serta menjadi destinasi edukasi dan destinasi wisata berbasis agrowisata dengan komoditas yang sesuai untuk potensi wilayahnya. "Untuk itu pembangunan sektor perkebunan kopi harus terus kita giatkan, Pemerintah Magelang telah menetapkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan. Sehingga gerakan Penanaman Tanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo Kecamatan Windusari bisa memacu jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang dan petani Kopi untuk bekerja lebih giat dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas," ucap Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, dalam kegiatan tersebut. Dalam pidato sambutannya, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, menyampaikan, areal Kopi Robusta di Kabupaten Magelang pada tahun 2017 seluas 2.189.21 hektar dan Kopi Arabika seluar 118 hektar yang tersebar diberbagai Kecamatan seperti di Kecamatan Windusari, Kaliangkrik, Kajoran, Tempuran, Salaman, Borobudur, Bandongan, Ngablak, Secang, Dukun, Pakis dan Sawangan. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Magelang juga menyerahkan 44.400 bibit tanaman kopi kepada kelompok masyarakat Pelestari Tanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo untuk ditanam di areal seluas 44,4 hektar. Harapan Zaenal, bantuan bibit tanaman kopi bisa mendorong masyarakat di Desa-desa lainnya di Kecamatan Windusari, untuk meningkatkan produktifitas, kuantitas serta kualitas kopi, sesuai dengan permintaan pasar. Yang akhirnya kesejahteraan petani Kopi meningkat. "Lebih-lebih, Indonesia adalah produsen Kopi terbesar ke 4 se dunia, dan telah mampu mengekspor ke berbagai negara di Benua Eropa, seperti Perancis, Jerman dan Belanda. Sehingga diharapkan Kopi Magelang nantinya bisa menjadi kopi spesial, yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan semakin luas merambah pasar ekspor dunia," ungkap Zaenal. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Forkopimcam Windusari, SKPD terkait, petani Kopi dan tamu undangan lainnya.(cha). TANAM KOPI. Bupati Magelang bersama unsur Forkopimcam Windusari dan peserta Penanaman Tanaman Kopi, menanam bibit pohon kopi di Windusari, guna peningkatan produktifitas kopi di Kabupaten Magelang.

WINDUSARI – Gerakan Penanaman Tanaman Kopi dilaksanakan di Desa Dampit Kecamatan Windusari, Sabtu (15/12). Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP berkeinginan Kabupaten Magelang kedepan bisa menjadi sentra agribisnis komoditas kopi nasional, serta menjadi destinasi edukasi dan destinasi wisata berbasis agrowisata dengan komoditas yang sesuai untuk potensi wilayahnya.

“Untuk itu pembangunan sektor perkebunan kopi harus terus kita giatkan,  Pemerintah Magelang telah menetapkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan. Sehingga gerakan Penanaman Tanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo Kecamatan Windusari bisa memacu jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang dan petani Kopi untuk bekerja lebih giat dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas,” ucap Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, dalam kegiatan tersebut.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, menyampaikan, areal Kopi Robusta di Kabupaten Magelang pada tahun 2017 seluas 2.189.21 hektar dan Kopi  Arabika seluar 118 hektar yang tersebar diberbagai Kecamatan seperti di Kecamatan Windusari, Kaliangkrik, Kajoran, Tempuran, Salaman, Borobudur, Bandongan, Ngablak, Secang, Dukun, Pakis dan Sawangan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Magelang juga menyerahkan 44.400 bibit tanaman kopi kepada kelompok masyarakat Pelestari Tanaman Kopi di Desa Dampit dan Desa Girimulyo untuk ditanam di areal seluas 44,4 hektar.

Harapan Zaenal, bantuan bibit tanaman kopi bisa mendorong masyarakat di Desa-desa lainnya di Kecamatan Windusari, untuk meningkatkan produktifitas, kuantitas serta kualitas kopi, sesuai dengan permintaan pasar. Yang akhirnya kesejahteraan petani Kopi meningkat.

“Lebih-lebih, Indonesia adalah produsen Kopi terbesar ke 4 se dunia, dan telah mampu mengekspor ke berbagai negara di Benua Eropa, seperti Perancis, Jerman dan Belanda. Sehingga diharapkan Kopi Magelang nantinya bisa menjadi kopi spesial, yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan semakin luas merambah pasar ekspor dunia,” ungkap Zaenal.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Forkopimcam Windusari, SKPD terkait, petani Kopi dan tamu undangan lainnya.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here