Jenazah Tertahan 50 Hari di Arab

0
124

WONOSOBO – Setelah tertahan 50 hari, jenazah Suratno (53) warga Desa Ngadisalam, Kecamatan Sapuran, akhirnya tiba di rumahnya kemarin. Korban meninggal setelah sakit saat bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.

Ketua SBMI Wonosobo Maizidah Salas mengemukakan almarhum sudah bekerja selama 9 tahun di Arab Saudi. Belum lama ini, ia sudah memperpanjang izin kerja. Dia meninggal saat hendak pulang ke Indonesia dalam kondisi sakit.

“Padahal sebelum meninggal. Sekitar 2 bulan sebelumnya, dia sudah minta izin pulang karena sakit. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan, dan tidak mendapat izin dari pihak imigrasi Arab Saudi. Akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh majikanya dan dirawat terlebih dahulu,”  jelasnya saat dihubungi via telfon , Senin (6/1) sore.

Setelah beberapa hari di rawat, Suratno ini kemudian meninggal. Hal tersebut dikhawatirkan oleh Salas. Sebab, di sana biasanya banyak pemalsuan data. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran  pascameninggal, jenazah tidak langsung dibawa pulang, tapi masih harus menunggu selama 50 hari terlebih dahulu.

“Ini kan menimbulkan banyak pertanyaan. Namun dari pihak imigrasi Arab Saudi menjelaskan bahwa proses penahanan jenazah ini karena harus menunggu dokumen secara lengkap terlebih dahulu. Baru bisa pulang,” katanya.

Belum diketahui dengan jelas, penyakit apa yang menjadikan Suratno meregang nyawa. Tidak ada informasi yang pasti. Namun dengan kepulaangan jenazah ke tanah air untuk membuktikan kondisi masih utuh.

“Dengan kepulangan jenazahnya ini, sebenarnya kami ingin membuktikan soal kebenaranya, apakah jenazah benar dalam kondisi utuh atau tidak,”  ucapnya

Sementara itu, Sintang Sibyanto selaku anak  mengakui bahwa dirinya sempat mendapat kabar bahwa ayahnya beberapa waktu lalu sakit dan meninggal dunia. Informasi tersebut sudah ia perolah sangat lama.

“Kita mendapat kabar itu sudah cukup lama, namun kok baru bisa dipulangkan sekarang,”  katanya.

Ia meninggalkan istri dan dua orang anak. Di sana menjadi sopir  serta  masih tinggal di rumah  majikan. Namun sangat sibuk hingga tak pernah mengurus visanya. Dia sering  mengaku ingin pulang tapi kesulitan.

Saat ini pihaknya sudah mengaku ikhlas dengan kepergian ayahnya itu. Hanya saja dirinya mengaku bertambah sedih sebab, satu hari sebelum kedatangan jenazahnya itu, ibu kandung dari Sunarto ini juga meninggal.(gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here