Dewan Keberatan Perluas Lahan Parkir

0
59
Komisi C DPRD Kota Magelang sidak Gunung Tidar

*Jika Harus Kepras Gunung Tidar

MAGELANG SELATAN – Komisi C DPRD Kota Magelang keberatan terhadap rencana Pemkot memperluas lahan parkir wisata Gunung Tidar pada tahun 2019 mendatang. Dewan menilai konsekuensi berupa pengeprasan Gunung Tidar dan penebangan pohon terlalu besar, dibandingkan dengan asas kemanfaatan, karena hanya memperluas area parkir saja.

Dewan Keberatan Perluas Lahan Parkir
TOLAK. Komisi C DPRD Kota Magelang, menyoal rencana pengeprasan kawasan Gunung Tidar yang kabarnya akan diperluas untuk area parkir wisata religi tersebut, dengan alasan pengeprasan kurang menjaga estetika lingkungan.

”Kami minta pemkot mengevaluasi rencana ini (perluasan area parkir). Jangan sampai luas Gunung Tidar berkurang,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil, di sela tinjauan lapangan, kemarin.

Ia mengatakan estetika dan menjaga lingkungan jauh lebih penting ketimbang memoles area Gunung Tidar, akan tetapi harus mengorbankan naturalismenya. Terlalu mahal risikonya, kata Evin, jika menebang pohon dan mengepras tanah Gunung Tidar hanya untuk menambah kapasitas kendaraan parkir.

Area parkir bisa diperluas

”Area parkir bisa diperluas, misalnya di Sentra Ekonomi Lembah Tidar (SELT). Jaraknya juga tidak terpaut jauh. Justru ini bisa memaksimalkan potensi warga yang tinggal di sana,” ucapnya.

Dia juga meminta, organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani masalah tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), agar membuat beberapa plan/rencana perluasan parkir di Gunung Tidar.

”Kalau rencana mau ngepras Gunung Tidar, mestinya dalam plan itu juga dipaparkan dampak dan efeknya seperti apa. Kalau misalnya tanpa mengepras, kan itu lebih bagus, sehingga estetika lingkungannya tetap terjaga,” katanya.

Soal memperhatikan estetika lingkungan di area Gunung Tidar sendiri, kata Evin, sesuai dengan rencana jangka panjang potensi wisata.

Gunung Tidar akan dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya

Pasalnya, tak hanya menjadi wisata religi, ke depan Gunung Tidar akan dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan agar pengembangan lahan parkir di wisata Gunung Tidar harus sesuai tahapan. Termasuk proyek lainnya seperti pembangunan sport centre Sanden berupa Kolam Renang Internasional, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bojong serta penataan Jalan Pahlawan. Tahapan pembangunan proyek, menurut Evin sangat penting dan tidak bisa disepelekan.

”Jadi pengembangannya harus sesuai tahapan. Sama seperti TPST Bojong, tahapannya tersedia lahan dan akses jalan syarat utama. Lahan sudah tersedia tapi ternyata akses belum ada, sehingga dibangun akses jalan ke sana. Untuk masalah TPST, akan kami bahas khusus kedepan karena ada syarat khusus dari adanya TPST,” tandas Evin.

Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Muh Haryadi juga mengatakan hal serupa. Pemkot, katanya, diminta untuk mengurungkan rencana mengepras bagian Gunung Tidar.

”Pasti kalau dikepras pohon yang ditebang sangat banyak, dan tanah yang hilang juga banyak. Jangan sampai seperti itu lah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPU-PR Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, mengakui bahwa dalam rencana pengembangan lahan parkir Gunung Tidar akan mengepras bukit Gunug Tidar dengan luasan sekitar satu hektare.

”Rencananya pada tahun anggaran 2019 baru dilaksanakan. Kami akan membahas masukan dari Komisi C tentang pengembangan lahan parkir Gunung Tidar ini,” tuturnya.

Ditambahkan Kabid Cipta Karya DPU-PR, Puji Hartono bahwa pembangunan tahap V kolam renang bertaraf internasional sudah memasuki progres pembangunan 60-70 persen.

”Kami pastikan akhir tahun sudah jadi, dan Januari sudah siap diujicoba sesuai permintaan Komisi C DPRD. Karena memang pembangunan kolam renang akhir tahun ini harus jadi,” kata Puji. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here