Cemburu Buta, Berakhir di Penjara

0
103
Cemburu Buta, Berakhir Di Balik Jeruji
TUNJUKAN. Terasangka kasus percobaan pembacokan pada gelar perkara di halaman Mapolres Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG – Lantaran terendam rasa cemburu yang berlebihan Sugiri Riwayati alias Dandung (33) warga Desa Pandemulyo, Kecamatan Bulu Temanggung, harus merasakan dinginnya tembok ruang tahanan Mapolres Temanggung.

Dandung dilaporkan oleh mantan istrinya yakni Mawarti (26), karena akan menghabisi nyawanya dengan membacok kepala menggunakan sebilah golok.

“Tersangka ini dilaporkan karena akan membacok mantan istrinya dengan sebilah golok, karena merasa nyawanya terancam kemudian istrinya melaporkan kepada kami,” ungkap Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi saat gelar perkara, kemarin.

Dituturkan, amarah pelaku memuncak saat mengetahui mantan istrinya keluar bersama orang lain, pada Selasa (29/1) malam. Tersangka berinisiatif mengambil sebilah parang, dengan panjang sekitar 55 centimeter, lalu menunggu sang mantan istri di pinggir jalan menuju rumah korban.

“Karena sudah resmi bercerai dengan tersangka, maka korban merasa tidak bersalah dengan tersangka jika pergi dengan orang lain. Namun ternyata tersangka masih merasa cemburu dengan korban, tersangka marah dan kesal, sekaligus cemburu, mantan istrinya tak mau diajak rujuk, malah dekat dengan lelaki lain,” kata Dwi.

Menurut kesaksian dari tersangka, usai menunggu sekitar satu jam, akhirnya mantan istrinya lewat, kemudian dihadang tersangka. Kala itu tersangka bilang kepada korban: ‘Kowe wes gawe loro atiku. Sekirane parang iki tak bacokke sigar ndasmu.’ (Kamu sudah membuat sakit hatiku, kalau saya bacokkan parang ini pecah kepalamu).

“Tersangka ini sudah merencanakan akan bertindak yang membahayakan korban,” terangnya.

Dari laporan korban kemudian pihaknya berusaha melakukan pengintaian terhadap tersangka dan akhirnya berhasil meringkus tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Selain mengamankan tersangka, polisi turut menyita sebilah parang sebagai barang bukti.

Tersangka dijerat menggunakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maskimal 10 tahun penjara.

“Tersangka saat ini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres menunggu proses hukum seanjutnya,” tutupnya.

Sementara itu tersangka Dandung kepada Temanggung Ekspres mengaku masih sangat sayang dan mencintai mantan istrinya tersebut. Oleh karena itu saat dirinya mendengar dan mengetahui mantan istrinya pergi dengan laki-laki lain dirinya merasa cemburu.

“Tidak bisa dipungkiri, saya masih sayang dan cinta sama istri saya ini, wajar kalau saya masih cemburu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya dan mantan istrinya telah menjalin hubungan pernikahan sejak sekitar delapan tahun silam, dan dikaruniai dua orang anak. Keduanya resmi bercerai pada tahun 2018 silam.

“Memang sudah resmi bercerai tapi saya tidak bisa memendam rasa cemburu itu,” tuturnya.

Selain mengaku masih menyimpan rasa cinta dan sayang, Dandung mengaku kasihan terhadap kedua anaknya, yang ikut mantan istrinya itu. Menurut dia, semenjak bercerai, korban justru jarang mengurus anak-anak.

Kini, Dandung mengaku menyesal dengan perbuatanya. Namun apa boleh dibuat nasi sudah menjadi bubur, perbuatannya memang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Tidak pernah menyangka kalau yang saya perbuat ini akan berakhir seperti ini, saya sangat menyesal,” ungkapnya. (set)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here