Cegah Tawuran dan Paham Radikal

0
30
Cegah Tawuran dan Paham Radikal
DIALOG. Plt Kepala Badan Kesbangpol Kota Magelang, Suryantoro, saat memberikan sambutan dalam dialog peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan masyarakat, kemarin.

//Pemkot Gandeng Ormas dan Tomas//

MAGELANG TENGAH – Pemkot Magelang menyadari bahwa peran Organisasi Masyarakat (Ormas) dan tokoh masyarakat (Tomas) merupakan dua mitra pemerintah yang penting dalam mendukung kemajuan pembangunan. Terutama di bidang pembangunan mental spiritual sebagai dasar dalam berperilaku dan berinteraksi sosial bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena alasan itu, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kota Magelang menggelar dialog peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan masyarakat, di Pendopo Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Cabang Kota Magelang, Kamis (28/2).

“Tema dialog yang kita laksanakan kali ini yaitu ‘Peran Organisasi Kemasyarakatan Dalam Menjaga Kondusifitas Kota Magelang Menjelang Pilpres dan Pileg Tahun 2019’,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Kota Magelang, Suryantoro, di sela dialog.

Kegiatan ini, merupakan wahana untuk bersilaturahmi antara pemerintah dan para pengurus organisasi kemasyarakatan di Kota Magelang. Melalui kegiatan ini diharapkan pengurus ormas dapat ikut memberikan sumbangan pemikiran guna mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat.

“Selain itu sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan berkembangnya paham radikal,” kata Suryantoro.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang itu menegaskan mitra pemerintah harus mampu senantiasa berperan aktif dalam program pembangunan dalam upaya menciptakan dinamika komunikasi yang harmonis dan selaras. Selain itu, juga memelihara iklim sejuk Kota Magelang yang kondusif.

Terlebih, kata dia, soal pencegahan tawuran antarpelajar yang belakangan marak terjadi. Menurutnya, diperlukan kerja sama multisektor di Kota Magelang termasuk untuk mengantisipasi adanya ancaman paham radikal yang bersifat kompleks dan multi-dimensional.

“Oleh karena itu, dalam penanganannya diperlukan koordinasi yang sinergi dan terpadu antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kesatuan Bangsa, Kesbangpol, Rumiyati menambahkan, dialog yang diselenggarakan dimaksudkan untuk mencipakan rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan masyarakat, serta menciptakan komunikasi dan hubungan kerja sama yang harmonis, serasi, dan seimbang antara pemerintah dan pengurus ormas.

“Tidak hanya itu, harapan kami bisa mengantisipasi terjadinya konflik sosial menjelang dan paca Pilpres dan Pileg pada 17 april 2019 mendatang demi terciptanya stabilitas daerah yang kondusif di Kota Magelang,” tuturnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here