WONOSOBO – Mendekati momentum bulan Ramadan yang akan dimulai pada awal bulan Mei mendatang, sejumlah persiapan dilakukan para pengurus pasar Ting dusun Giyanti desa Kadipaten kecamatan Selomerto. Bagi para pengunjung yang ingin menikmati berbagai sajian khas lokal di Pasar Ting Njanti tetap disambut dengan berbagai agenda pada bulan puasa mendatang, yakni dengan berbagai sajian menjelang buka puasa.

Pasar bertema budaya Jawa kuno yang sudah 5 bulan hadir sebagai salah satu objek wisata yang dikunjungi banyak wisatawan tersebut disebut Dwi Pranyoto, salah satu pengelola pasar akan berusaha menyajikan baik suguhan kuliner maupun seni di momen bulan puasa.

“Bulan Puasa besok, rencananya kita akan tetap buka di hari Sabtu-Minggu. Tapi dari sore, hingga malam hari. Sekitar pukul 3 sore hingga 10 malam,” ungkapnya kemarin (28/4).

Ting atau lentera menjadi ikon atau simbol dari pasar yang ada di jantung keramaian desa Kadipaten dan lentera yang bisa berputar menjadi keindahan tersendiri ketika dinikmati di petang atau malam hari. Maka ketika buka di sore dan malam hari, para pengunjung bisa menikmati keindahan ting secara langsung.

Menurut Sekdes Kadipaten, Tatag Taufani  dengan tetap dibukanya Pasar Ting di bulan Puasa diharapkannya bisa menjadi alternatif tempat untuk menggelar buka bersama. Terlebih para pelajar yang ingin menggelar agenda bersama teman-temannya bisa lebih leluasa mengingat di hari-hari libur.

“Selain bisa jadi tempat buka bersama, selagi menunggu bedug Maghrib, pengunjung akan dihibur dengan banyaknya penampilan kesenian dan budaya yang ada di Giyanti,” imbuh Tatag yang juga dikenal sebagai dalang.

Salah satu pengunjung, Faza Luthfia, menyebut Pasar Ting menyajikan berbagai keunikan yang dimiliki pasar digital. Terlebih memiliki tempat bermain yang ramah anak dan banyak edukasi terhadap budaya hingga kesenian.

“Disini selain bisa menikmati kuliner jadul, anak-anak kecil bisa bebas berlarian dan bermain. Melihat pertunjukan kesenian, hingga belajar mengenal permainan tradisional. Jadi cocok sekali untuk keluarga, katanya.

Berbagai atraksi seperti pertunjukan tari lengger dengan iringan gamelan live akan ada setiap gelaran dibawakan oleh para seniman setempat. Selain itu tiap jamnya ada pertunjukan unik yakni barisan muda mudi berjalan berkeliling pasar sambil membunyikan kentongan, piring, dan lainnya secara serentak sebagai tanda pergantian waktu. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here