Beras Sachet Jadi Idola Baru Warga

0
132
Beras Sachet Jadi Idola Baru
Ramai. Pengenalan beras sachet yang diproduksi oleh Bulog ramai diserbu warga Kabupaten Temanggung dalam sebuah pameran beberapa waktu lalu.

TEMANGGUNG – Sebagai bentuk pemerataan dengan mengusung prinsip keadilan bagi seluruh warga masyarakat dalam memperoleh beras kualitas premium dengan harga terjangkau Perum Bulog terus menggencarkan pemasaran beras sachet, sejak beberapa waktu lalu termasuk di Kabupaten Temanggung.

Melalui Perum Bulog Subdivre V Kedu proses distribusi beras kemasan mini di Kabupaten Temanggung dan wilayah sekitar lain ini sengaja menyasar konsumen dari kalangan penghuni indekos dan menengah ke bawah karena beras yang dijual merupakan kualitas  premium seharga 2.300 rupiah per sachet dengan berat isi 200 gram. Dengan cara itu, masyarakat ekonomi menengah ke bawah dapat mengkonsumsi nasi dengan kualitas bagus, namun cukup membayar harga terjangkau.

Kepala Gudang Bulog Temanggung, Ikhsan Kharisma menuturkan, pihaknya telah memperkenalkan produk kemasan dari Beras Kita yang merupakan beras produksi terbaru mereka. Sebelumnya beras yang mereka jual hanya dikemas seberat masing-masing 5 kg dan 10 kilogram saja, namun kini mulai dijual dengan kemasan 200 gram atau juga disebut sebagai beras sachet.

Meski dengan takaran kecil, namun pihak Bulog menjamin kualitas beras sangat bagus karena berasal dari jenis premium. Bahkan produk ini memiliki harga jual di warung-warung kelontong hanya sebesar 2.500 rupiah per kemasan 200 gram, atau terpaut Rp200. Dimana setiap kemasan dapat digunakan untuk tiga hingga empat porsi makan.

“Beras sachet sejauh ini sangat diminati masyarakat Kabupaten Temanggung. Selain harganya murah, beras sachet ini juga enak untuk dikonsumsi bahkansetiap hari kami mampu menjual lebih dari 200 sachet,” jelasnya, Selasa (18/12).

Dalam pemasaran beras sachet, khususnya di Kabupaten Temanggung, imbuhnya, Perum Bulog Subdivre V Kedu menyasar konsumen dari kalangan penghuni indekos dan menengah ke bawah. Tujuannya adalah agar masyarakat ekonomi menengah ke bawah dapat mengkonsumsi nasi dengan kualitas bagus namun memiliki harga yang terjangkau.

“Selain bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, hadirnya beras renceng ini juga demi menjaga ketersediaan beras di masyarakatkarena beras ini bisa didapatkan langsung di Bulog, Rumah Pangan Kita, hingga di warung-warung kelontong,” tukasnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here