Anak Hilang, Rekayasa Ibu Korban

0
33
Anak Hilang, Rekayasa Ibu Korban
ANAK HILANG. Polsek Sawangan Polres Magelang berhasil ungkap kasus anak hilang yang melibatkan ibu kandungnya sendiri.

SAWANGAN – Kanit Reskrim Polsek Sawangan Polres Magelang Polda Jateng, Aiptu Ade Purwanto bersama anggotanya Brigadir Elpha Johan dan Bhabinkamtibmas Desa Podosoko Aiptu Budi Susanto akhirnya menemukan keberadaan anak yang dilaporkan hilang di Desa Podosoko pada Rabu (20/3) pukul 18.30 WIB.

Identitas anak yang hilang berinisia NA (3) alamat Dusun Gelap Desa Podosoko Kecamatan Sawangan. NA merupakan anak dari F (34) dan A (29) alamat Desa Podosoko Kecamatan Sawangan.

Menurut keterangan ibu korban, A, pada Rabu (20/3) sekitar pukul 18.30 WIB korban digendong  sehabis belanja dari warung, sekitar jarak 20 meter sebelum sampai di rumah korban turun dari gendongan dan lari mendahului.

Sesampainya di rumah ternyata korban NA tidak ada dan selanjutnya meminta tolong warga untuk mencari korban dengan melibatkan warga Dusun Gelap dan sekitarnya, relawan, BPDB dan SAR. Sampai hari Jumat pagi (22/3) pukul 05.00 WIB korban tidak ditemukan.

Atas Kejadian tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, Unit Reskrim bersama Babinkamtibmas Aiptu Budi Susanto melaksanakan koordinasi bersama perangkat Desa Podosoko berkaitan dengan hilangnya korban yang diduga ada keterlibatan ibu kandungnya sendiri.

“Ketika  diadakan musyawarah, petugas memanfaatkan informasi kalau korban berada dalam asuhan warga Boyolali yang berinisial W warga Desa Jurug Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali,” Kapolsek Sawangan Kompol Drs. Margito.

Medapatkan informasi tersebut petugas dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Adhe melakukan penyelidikan ke Boyolali sebagaimana informasi, dan telah bertemu dengan pelaku.

Motif permasalahannya karena  ibunya merasa tidak mampu memberikan kebahagian dan mencukupi kebutuhan korban. Maka, anak tersebut diserahkan kepada W untuk mengasuhnya tanpa sepengetahuan suaminya.

“Untuk berita anaknya hilang merupakan sandiwara ibu korban agar penyerahan anaknya kepada W tersebut tidak diketahui oleh warga. Sedangkan W merasa mengadopsi anak tersebut,” papar Kanit Reskrim Aiptu Adhe

Pengakuan W di depan petugas membenarkan  bahwa anak tersebut bersamanya dengan alasan telah mengadopsi.

“Saya telah mengadopsi anak atas nama Arbian dari seorang ibu yang bernama A tanpa menyertakan sejumlah uang karena berniat untuk mengasuh. Saya telah mengenal Ibu korban sejak bulan Desember 2018 lewat group FB adopsi anak,” ungkapnya.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here