7.451 Guru Ngaji di Temanggung Dapat Insentif

0
168
ganjar bantu insentif guru
BANTUAN. Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis menyerahkan bantuan insentif guru keagamaan se-Kabupaten Temanggung tahun 2019 di Masjid Agung Darussalam, Temanggung, Sabtu (13/4).

//Rp150 Juta untuk Pelatihan Kewirausahaan//

TEMANGGUNG – Saat menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung, Sabtu (13/4) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali memamerkan produk usaha kecil menengah milik warga. Ganjar juga menyerahkan insentif untuk ribuan guru ngaji se-Kabupaten Temanggung.

Total bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Pemerintah Kabupaten Temanggung pada tahun anggaran 2018 mencapai Rp123,45 miliar. Sementara untuk triwulan tahun anggaran 2019 sebanyak Rp52,19 miliar. Bantuan tersebut diberikan untuk lembaga maupun perseorangan. Salah satu bantuan dikhususkan untuk pengembangan kemampuan berwirausaha melalui berbagai pelatihan sebesar Rp150 juta.

“Itu yang panjenengan harus manfaatkan, pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah. Kita harapkan bisa membantu peningkatan perekonomian panjenengan. Inilah kekuatan kita, saya yakin bukan hanya di dalam negeri, luar negeri pun bisa kita jangkau,” kata Ganjar.

Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemprov Jateng menggelar berbagai pelatihan pengembangan kewirausahaan. Mulai dari teknik pemasaran, pengemasan sampai pendanaan. Salah satu yang dipamerkan Ganjar saat di Pendopo Kabupaten Temanggung adalah Kopi Lanang. Menurut Ganjar, Kopi Lanang itu telah mengikuti pelatihan pengemasan dan pemasaran di Dinas Koperasi dan UMKM.

Kopi Lanang merupakan salah satu andalan industri kopi rumahan di Temanggung. Ciri khasnya adalah bijinya satu-satu, yang biasanya dalam satu biji terdapat dua bagian.

Pemilik bisnis Kopi Lanang, Mutiara, menjelaskan dirinya telah mengikuti pelatihan pengemasan dan yang paling intensif dia ikuti adalah pemasaran.

“Sekarang Alhamdulillah sudah sampai Jogjakarta. Selain offline juga jualan online, lapaknya ada di semua aplikasi marketplace,” katanya.

Dia juga menjelaskan, karena kelemahannya yang tidak menguasai teknologi, akhirnya dia menggandeng anaknya untuk bertanggung jawab pada penjualan online. Dia pun mengaku beruntung telah mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM bersama anaknya.

“Sebenarnya itu kopi gagal, Pak. Tapi setelah mengikuti pelatihan akhirnya kami mengetahui keunggulan kopi Lanang ini yang secara aroma lebih kencang,” katanya.

Usai memberikan bantuan di Pendopo Kabupaten Temanggung, Ganjar melanjutkan memberikan bantuan untuk para guru ngaji Temanggung di Masjid Agung Darussalam. Untuk guru ngaji Temanggung yang menerima insentif sebanyak 7.451. Pada tahun anggaran 2019 ini Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp205 miliar untuk 171.131 guru ngaji.

“Bapak dan ibu guru ngaji, saya nitip santri-santri nggih. Kita sama-sama menyiapkan generasi penerus yang kuat budi pekertinya, kuat kebangsaannya. Dan pemberian insentif ini, saya tengah melaksanakan janji politik saya dengan Gus Yasin waktu kampanye dulu. Semoga berkah,” kata Ganjar.

Ganjar berharap, dengan bantuan ini bisa semakin meningkatkan etos kerja, sehingga kedepan generasi muda di Indonesia pada umumnya dan Temanggung pada khususnya bisa semakin berkualitas dengan dasar ilmu agama.

“Pondasi yang ditanamkan pada anak-anak harus kuat, tidak hanya ilmu pengetahuan saja. Namun harus juga dilandasi dengan ilmu agama,” pesannya. (set/oko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here