6 Peserta Krenova Berebut Posisi 4 Besar

0
17
6 Peserta Krenova Berebut Posisi 4 Besar
KRENOVA. Salah satu inovator tengah memaparkan hasil karya mereka di hadapan tim penilai dan masyarakat dalam seleksi produk Kreasi dan Inovasi (Krenova) masyarakat tahun 2019, kemarin.

MAGELANG UTARA – Sebanyak enam peserta memaparkan hasil kreasi dan inovasi dalam seleksi produk Krenova (kreasi dan inovasi) masyarakat tahun 2019 yang diadakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang, Kamis (16/5). Dari keenam peserta, mereka akan saling beradu terbaik, untuk dapat menempati posisi empat besar.

Kepala Balitbang Kota Magelang, Arif Barata Sakti mengatakan, para peserta wajib menjelaskan karya masing-masing di hadapan tim reviewer dari IST Akprind Jogjakarta. Tahun ini merupakan tahun kedua kerja sama dengan IST Akprind dan akan bekerja sama dalam pendampingan karya-karya Krenova masyarakat tahun 2019.

”Ada enam karya prototype yang dipaparkan di kesempatan ini. Mereka langsung mendapat masukan dari masyarakat dan reviewer untuk kemudian dikembangkan selanjutnya,” katanya.

Arif berharap, kaum muda hendaknya memiliki jiwa inovator. Pihaknya pun telah memfasilitasi wadah untuk menampung ide-ide kreatif dan mendampingi hasil inovasinya, sehingga ke depan diharapkan produk Krenova dapat diserap investor dan menghasilkan nilai komersial.

”Kami juga baru merintis adanya galeri inovasi di samping kantor. Nantinya hasil-hasil Krenova akan kita pajang di galeri dan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat,” katanya.

 

Peserta yang melakukan presentasi antara lain, Wiku dan Rusmiyati dari Kelurahan Potrobangsan dengan karya Rusend-Cut (alat pemotong dari plat bekas).

Selain itu, Patra Agung, Bayu, dan Agung dari Kelurahan Magelang dengan karya Smart Electric Stove (kompor listrik dengan panel surya). Kemudian, Damar Kuncoro Aji dari Kelurahan Cacaban dengan karya Medical Examination Outdoor dan Purwadi dari Kelurahan Jurangombo Selatan dengan karya Pendidih Air Cepat.

Selanjutnya, Chamim Susanto dari Botton dengan karya Automatic Drying Portable, dan Rizaldi Alfian Nur dari Kelurahan Wates dengan karya Net Desk (meja laptop portable).

”Tahap berikutnya monitoring hasil dan paparan hasil produk. Kemudian diseminasi atau pengenalan produk ke masyarakat dan stakeholder,” tutur Kabid Harmonisasi dan Inovasi Balitbang, Catur Adi Subagyo.

Krenova tahun ini, kata Catur, penilaiannya lebih ketat. Khusus tahun ini dewan juri didatangkan berasal dari praktisi dan pelaku usaha. Lebih ketat lagi karena sama sekali tidak menunjuk tim juri dari kalangan birokrasi, agar penilaian lebih objektif dan fair.

”Total peserta yang masuk sebanyak 25 peserta dari berbagai kelurahan. Kategori yang diikuti mencakup rekayasa teknologi, kerajinan dan industri rumah tangga, energi, kehutanan dan lingkungan hidup, kesehatan, agribisnis, dan pangan,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here