4.127 Pemilih Pemula Belum Rekam E-KTP

0
34
4.127 Pemilih Pemula Belum Rekam E-KTP
REKAM. Salah satu PNS di Disdukcapil Temanggung sedang melakukan rekam data untuk E-KTP dikantor Disukcapil, kemarin.

TEMANGGUNG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduksapil) Kabupaten Temanggung, hingga saat ini masih berusaha memenuhi target menyelesaikan rekam data E-KTP sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Temanggung Ahmad Nasir mengatakan, khusus untuk pemilih pemula, sampai saat ini masih ada sekitar 4.127 pemilih yang belum melakukan rekam data E-KTP. Jumlah tersebut dari jumlah total pemilih pemula sebanyak 9.203 pemilih pemula.

“Sebagian besar pemilih pemula ini baru selesai menamatkan sekolahnya di tingkat SMA, ada juga yang masih duduk di bangku sekolah,” terangnya, Senin (21/1).

Dijelaskan, dari catatan Disdukcapil dari 9203 pemilih pemula per hari ini ada sekitar 5.076 yang sudah rekam, jadi ada 4.127 pemilih pemula belum rekam.

Untuk mengejar target rekam E-KTP khususnya untuk kalangan pemilih pemula ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Temanggung.

“Kami sudah melayangkan surat ke Dinas Pendidikan, isinya permohonan untuk perekaman data E-KTP disekolah, dan ini sudah kami lakukan sejak pertengahan Juni 2018 lalu,” terangnya.

Dia mengatakan pada bulan lalu pihaknya ke Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang untuk rekam data santri asal Temanggung, sebab telah berulangkali mendapat surat panggilan untuk rekam tidak juga datang. Jumlah yang rekam sedikitnya 100 santri.

“Kebetulan satu kabupaten, jadi kami datangi dan rekam di pondok pesantren. Ini keaktifan kami agar warga lekas rekam,” katanya.

Diakuinya, saat ini memang masih kesulitan mendeteksi warga Temanggung yang berada di luar kota, terutama yang tengah belajar, seperti tingkat SMA, perguruan tinggi dan pondok pesantren. Mereka ini yang sebagian besar belum rekam data. Namun yang terdeteksi dan berada di kabupaten tetangga akan didatangi untuk direkam, namun sejauh terjangkau dan berkelompok, sehingga tidak hanya satu atau dua orang.

Sementara pelajar yang di Temanggung, kata Nasir, untuk wilayah kota diminta untuk datang ke Disdukcapil, sedangkan yang luar kecamatan Temanggung diminta untuk berkelompok di sekolah untuk kemudian didatangi mobil dari petugas.

Dikatakan, beberapa hari lalu juga merekam data di rumah tahanan Temanggung, terdapat 7 warga yang menyatakan belum rekam, tetapi setelah diteliti ternyata ada 1 yang sudah, sehingga E-KTP yang diberikan hanya 6 keping.

Selain itu, pihaknya juga masih aktif turun ke desa-desa untuk mencari warga yang belum rekam dan merekamnya. Sehingga bagi warga juga diminta aktif, yakni ke Disdukcapil atau kantor kecamatan setempat untuk rekam.

“Kesulitan kami karena medan di setiap desa tidak sama, ini menjadi kendala utama dalam mengejar target tersebut,” katanya.(set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here